Sampai ke Akar Hati
Renungan Hari Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: Kitab Sirakh 15:15–20; Korintus 2:6–10; Injil Matius 5:17–37
Sering kali kita merasa sudah cukup baik karena tidak melakukan kesalahan...
Mengapa Menang Lotre Bisa Menghancurkan Hidup, Sementara Kelumpuhan Menginspirasi Dunia?
Sering kali, apa yang kita anggap sebagai anugerah terbesar bisa menjadi awal dari kehancuran, sementara musibah yang paling kita takuti justru membuka jalan menuju...
Gereja: Tempat Memperoleh Rahmat dan Mempersembahkan Luka
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang menuntut kita untuk selalu tampil sempurna, Masa Prapaskah mengundang kita sejenak untuk berani datang membawa luka, kegagalan, dan kerapuhan...
Mengapa Kekurangan Sering Kali Menjadi Hadiah Tersembunyi?
Sering kali kita menganggap keterbatasan sebagai penghalang kebahagiaan, padahal di balik celah kekurangan itulah cahaya makna sering kali menyelinap masuk.
Oleh: Albert Santoso
Bagi sebagian besar...
Alleluia Amidst the Ruins: The Meaning of Easter in an Era of War
Amidst a world shattered by the roar of weapons and the ruins of war, is it possible for the cry of "Alleluia" and the...
Menapaki Jalan Salib: Antara Devosi yang Menggetarkan dan Iman yang Ditantang
Tablo Jalan Salib kerap menghadirkan pengalaman iman yang menyentuh dan menggugah emosi. Namun, di balik keheningan dan air mata, tersimpan pertanyaan yang lebih dalam:...
Sakit Bukan Sekadar Urusan Fisik: Mengembalikan Martabat Manusia di Rumah Sakit
Di balik dinginnya dinding fasilitas kesehatan dan canggihnya peralatan medis, ada satu hal fundamental yang pantang terlupakan dalam proses penyembuhan: martabat pasien sebagai manusia...
Hadir, Namun Tak Melebur
Di tengah arus dunia yang sering kali menyeret kita pada keseragaman tanpa makna, keberanian untuk menjadi "berbeda" adalah satu-satunya cara agar kita tidak tenggelam.
Penulis:...
Spiritualitas Penderitaan: Mengapa Kehadiran Lebih Menyembuhkan daripada Obat
Di tengah krisis kemanusiaan dan kerapuhan fisik, mendampingi mereka yang menderita bukan sekadar tugas medis, melainkan sebuah seni menghadirkan harapan di ambang keputusasaan.
Oleh: Lesta...
Ketulusan yang Terlupakan: Belajar Iman dari Seorang Anak
Sering kali, di tengah ambisi dunia yang menuntut kita menjadi besar dan berkuasa, kita justru kehilangan esensi kemanusiaan yang paling murni: ketulusan seorang anak.
"Sedangkan...
Terapi Gen hingga AI: Apakah Inovasi Medis Kita Masih Memanusiakan Manusia?
Di tengah euforia teknologi medis yang kini mampu memodifikasi genetika hingga menciptakan kecerdasan buatan, kita dihadapkan pada satu pertanyaan mematikan: apakah semua inovasi ini...
Terjebak di Zona Nyaman? Ini Alasan Mengapa Keabadian Justru Mengerikan
Kita sering meratapi perpisahan dan berharap momen bahagia berlangsung selamanya, tanpa menyadari bahwa justru kefanaanlah yang memberi makna pada setiap detik kehidupan kita.
Penulis: Albert...
Kutukan Kebebasan dan Paradoks Menjadi Manusia
Di balik keistimewaan akal budi yang membedakan kita dari makhluk hidup lainnya, tersimpan sebuah ironi besar: menjadi manusia sering kali berarti terjebak dalam rentetan...
Garis Tipis antara Pintar dan Bodoh: Sebuah Refleksi tentang Kerendahan Hati
Sodorkan dua kata ini kepada siapa saja: "pintar" dan "bodoh". Hampir seketika, pikiran kita akan menarik garis demarkasi yang tegas. Keduanya kerap diletakkan di...
KEBENARAN KRISTUS ADALAH KOMPAS
Oleh Pater Dr. Felix Baghi, SVD*
Pernyataan Uskup Frans Kopong Kung tentang KWI sebagai KOMPAS gereja Katolik di Indonesia sewaktu tahbisan uskup di Larantuka menarik...


































