TANGGAPAN DAN BEBERAPA CATATAN ATAS UNDANGAN FORUM KOMUNIKASI MULTISTAKEHOLDER TERKAIT PLTP DI PULAU FLORES...
Labuan Bajo, Veritas Indonesia — Keuskupan Labuan Bajo memutuskan tidak menghadiri Forum Komunikasi Multistakeholder terkait rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di...
Paradoks Keserakahan: Mengapa Singa Berhenti Berburu, Sedangkan Manusia Tidak?
Di tengah pusaran ambisi tanpa batas yang mendikte zaman modern, sebuah pertanyaan mendasar kerap terlewatkan: dapatkah manusia merasa cukup?
Penulis: Albert Santoso
Di alam liar, singa...
Pada Mulanya adalah Komunikasi, Ketika Hidup Menjadi Pesan Misi                                                                        Â
Di tengah perkembangan media digital dan teknologi komunikasi, refleksi ini mengingatkan bahwa komunikasi Kristiani berakar pada kehidupan, kehadiran, dan kesaksian. Dalam perayaan Hari Berdirinya SVD,...
Menjemput Kekudusan di Usia Senja: Antara Doa, Kebun, dan Kelestarian Bumi
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang mengejar kecepatan, masa Prapaskah hadir bagi para lansia bukan sekadar sebagai ritus tahunan, melainkan sebagai ruang jeda untuk merajut...
Dialektika Sang Pencari: Belajar dari St. Bernardus dan Peter Abelard
Pernahkah Anda merasa bahwa menjadi rasional berarti harus mengorbankan keyakinan, padahal sejarah abad ke-12 mencatat sebuah kisah epik tentang bagaimana ketajaman logika dan kedalaman...
The Illusion of a Safe Home: Why Women Are Still Searching for Justice
As the world paints itself purple to celebrate International Women's Day, millions of women are still quietly asking a harrowing question: when will the...
Terjebak di Zona Nyaman? Ini Alasan Mengapa Keabadian Justru Mengerikan
Kita sering meratapi perpisahan dan berharap momen bahagia berlangsung selamanya, tanpa menyadari bahwa justru kefanaanlah yang memberi makna pada setiap detik kehidupan kita.
Penulis: Albert...
Mekanisme Koping Manusia Modern: Menjadikan Realita Sebagai Lelucon
Jika air mata dan kemarahan tak lagi mampu mengubah realita yang absurd, mungkin Hidup di Dalam Dunia Penuh Komedi adalah satu-satunya cara kita merayakan...
Garis Tipis antara Pintar dan Bodoh: Sebuah Refleksi tentang Kerendahan Hati
Sodorkan dua kata ini kepada siapa saja: "pintar" dan "bodoh". Hampir seketika, pikiran kita akan menarik garis demarkasi yang tegas. Keduanya kerap diletakkan di...
Menyibak Kepalsuan Empati di Balik Megahnya Gaya Hidup Modern
Ironisnya, pelajaran terbesar tentang kasih tanpa syarat jarang datang dari mereka yang hidupnya serba berkecukupan, melainkan dari mereka yang paling mengerti perihnya penderitaan.
Penulis: Albert...
Sampai ke Akar Hati
Renungan Hari Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: Kitab Sirakh 15:15–20; Korintus 2:6–10; Injil Matius 5:17–37
Sering kali kita merasa sudah cukup baik karena tidak melakukan kesalahan...
Seni Berhenti Sejenak: 5 Langkah Berdamai dengan Realitas Kehidupan
Di tengah dunia yang terus menuntut kita untuk berlari lebih cepat dan meraih lebih banyak, terkadang pencapaian terbesar justru hadir saat kita berani berhenti...
Puasa, Hati, dan Bumi yang Sedang Menangis
Penulis: Martinus BS
Suatu pagi, sebelum rutinitas kesibukan dimulai, mungkin kita pernah berdiri di depan jendela. Udara terasa berbeda kadang lebih panas, kadang lebih berdebu....
Kasih di Atas Hukum: Sabat untuk Manusia, Bukan Manusia untuk Sabat
Refleksi ini menghadirkan permenungan atas Injil Lukas 6:8 dengan menyoroti relasi antara hukum dan kasih dalam kehidupan Kristiani. Melalui pengalaman konkret, penulis menegaskan bahwa...
Iman, Alam, dan “Kotoran Iblis”: Mengapa Kita Perlu Beragama dengan Cara Baru?
Apa gunanya rumah ibadah yang megah jika tanah tempatnya berdiri perlahan hancur oleh kerakusan manusia yang tidak terkendali? Saat ini, kita sedang menyaksikan sebuah...





















