Damai Bukan Cuma Mimpi: Saatnya Kita Jadi Jembatan, Bukan Tembok
Pernahkah Anda membayangkan sebuah pagi di mana notifikasi ponsel Anda tidak lagi dipenuhi kabar buruk tentang konflik atau perdebatan panas yang menguras energi? Di...
Menapaki Jalan Salib: Antara Devosi yang Menggetarkan dan Iman yang Ditantang
Tablo Jalan Salib kerap menghadirkan pengalaman iman yang menyentuh dan menggugah emosi. Namun, di balik keheningan dan air mata, tersimpan pertanyaan yang lebih dalam:...
Imamat: Menenun Keilahian dalam Sunyi yang Kudus
Di balik jubah yang bersahaja dan kesunyian yang kadangkala menyesakkan, tersimpan sebuah pengabdian tanpa pamrih yang menjadi jembatan rapuh namun kokoh antara kefanaan manusia...
Teshuvah: Menggugat Ambisi Geothermal Melalui Tangis di Panggung Ritapiret
Di tengah deru ambisi pembangunan yang sering kali menepikan nilai kemanusiaan, panggung teater Ritapiret hadir menyuarakan luka masyarakat melalui drama pengkhianatan, sesal, dan kekuatan...
Prapaskah: Tentang Tidak Lari dari Kegagalan dan Keberanian untuk Tetap Tinggal
Di balik riuhnya perayaan kesuksesan yang diagungkan dunia, Prapaskah hadir sebagai pengingat sunyi bahwa kegagalan bukanlah jurang kehancuran, melainkan ruang paling jujur untuk bertemu...
Kasih di Atas Hukum: Sabat untuk Manusia, Bukan Manusia untuk Sabat
Refleksi ini menghadirkan permenungan atas Injil Lukas 6:8 dengan menyoroti relasi antara hukum dan kasih dalam kehidupan Kristiani. Melalui pengalaman konkret, penulis menegaskan bahwa...
Dari Milan ke Flores: Menemukan Wajah Iman Orang Muda yang Sesungguhnya
Di tengah bisingnya era digital, kisah dua pemuda dari latar belakang yang bertolak belakang seorang genius komputer di Italia dan seorang pekerja keras di...
Alleluia Amidst the Ruins: The Meaning of Easter in an Era of War
Amidst a world shattered by the roar of weapons and the ruins of war, is it possible for the cry of "Alleluia" and the...
Melepas Roda Bantu: Percaya pada Tangan Tak Terlihat yang Menjaga Kita
Sama seperti seorang ayah yang diam-diam melepaskan pegangannya pada sepeda sang anak, Tuhan terkadang membiarkan kita mengayuh sendiri di tengah kerasnya dunia, hanya agar...
Luka yang Tak Sembuh oleh Kata Maaf
Kata maaf memang bisa terucap dengan mudah, tetapi sudahkah kita menyadari bahwa luka akibat tajamnya lisan sering kali meninggalkan lubang yang tak pernah benar-benar...
Kebangkitan Iman dan Iman akan Kebangkitan
Dalam permenungan Sabda Allah hari ini, kita diajak merenungkan kebangkitan—bukan hanya tubuh, tetapi juga iman yang mungkin pernah rapuh. Jalan menuju kebangkitan tidak mudah;...
Menjemput Kekudusan di Usia Senja: Antara Doa, Kebun, dan Kelestarian Bumi
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang mengejar kecepatan, masa Prapaskah hadir bagi para lansia bukan sekadar sebagai ritus tahunan, melainkan sebagai ruang jeda untuk merajut...
Pena di Tangan Kita: Seni Mengambil Keputusan Spiritual
Di tengah hiruk-pikuk pilihan hidup yang sering kali membingungkan, kita diajak untuk melihat kembali bagaimana satu keputusan kecil dapat mengubah seluruh arah takdir manusia.Oleh:...
Seni Mencintai Proses di Dunia yang Terobsesi pada Hasil
Sering kali kita terlalu fokus pada garis finis hingga lupa bahwa kekuatan sejati justru ditempa sepanjang lintasan lari.Oleh: Albert Santoso
Dahulu kala, seorang pemuda terobsesi...
Skenario Tuhan dalam Kanvas Hitam: Refleksi Harapan di Masa Prapaskah
Di tengah dunia yang sering kali memuja keberhasilan instan, kita perlu berhenti sejenak untuk memahami bahwa kegagalan bukanlah titik akhir, melainkan sebuah jeda puitis...

































