Menemukan Terang di Balik Retakan Tanah Flobamora
Pada sebuah fajar ketika kidung puji-pujian mendadak patah oleh raungan bumi bermagnitudo 7,7, Flores tidak hanya menyaksikan robohnya dinding-dinding batu, melainkan juga kelahiran kembali...
Pada Mulanya adalah Komunikasi, Ketika Hidup Menjadi Pesan Misi
Di tengah perkembangan media digital dan teknologi komunikasi, refleksi ini mengingatkan bahwa komunikasi Kristiani berakar pada kehidupan, kehadiran, dan kesaksian. Dalam perayaan Hari Berdirinya SVD,...
Garis Tipis antara Pintar dan Bodoh: Sebuah Refleksi tentang Kerendahan Hati
Sodorkan dua kata ini kepada siapa saja: "pintar" dan "bodoh". Hampir seketika, pikiran kita akan menarik garis demarkasi yang tegas. Keduanya kerap diletakkan di...
EARTHQUAKE, FAITH, AND EXISTENCE: Interpreting Human Fragility on a Shaking Earth
The catastrophic magnitude 7.7 earthquake that recently shattered Flores did more than tear apart buildings and roads; it fundamentally fractured our illusion of security,...
Berhenti Menjadikan Kebahagiaan Sebagai Satu-satunya Tujuan Hidup
Kita menghabiskan hampir seluruh napas kehidupan untuk berlari mengejar fatamorgana kebahagiaan, tanpa menyadari bahwa dahaga terbesar jiwa kita sebenarnya adalah kedamaian saat euforia itu...
Uskup Budi Kleden: “Beranilah Menjadi Jembatan, Seperti Yesus Bagi Kita”
Dari pertobatan hati hingga kepedulian ekologis, Sidang Pleno FABC XII di Jakarta mengajak Gereja Asia untuk berjalan bersama dan membangun jembatan di tengah dunia...
Menggugat Penderitaan: Menemukan Resiliensi, Empati, dan Makna di Tengah Kesulitan
Bayangkan sebuah dunia tanpa secuil pun rasa sakit atau kesulitan; alih-alih menjadi utopia, ketiadaan penderitaan tersebut justru merupakan resep paling sempurna menuju kepunahan massal.
Penulis:...
Kutukan Kebebasan dan Paradoks Menjadi Manusia
Di balik keistimewaan akal budi yang membedakan kita dari makhluk hidup lainnya, tersimpan sebuah ironi besar: menjadi manusia sering kali berarti terjebak dalam rentetan...
Paradoks Keserakahan: Mengapa Singa Berhenti Berburu, Sedangkan Manusia Tidak?
Di tengah pusaran ambisi tanpa batas yang mendikte zaman modern, sebuah pertanyaan mendasar kerap terlewatkan: dapatkah manusia merasa cukup?
Penulis: Albert Santoso
Di alam liar, singa...
Jangan Tinggalkan Meja Perundingan: Kritik atas Aksi Boikot Geothermal di Ledalero
Oleh: Edi Danggur*
Tulisan ini merupakan tanggapan atas diskursus yang berkembang menyusul publikasi “Tanggapan dan Beberapa Catatan atas Undangan Forum Komunikasi Multistakeholder terkait PLTP di...
Mekanisme Koping Manusia Modern: Menjadikan Realita Sebagai Lelucon
Jika air mata dan kemarahan tak lagi mampu mengubah realita yang absurd, mungkin Hidup di Dalam Dunia Penuh Komedi adalah satu-satunya cara kita merayakan...
TANGGAPAN DAN BEBERAPA CATATAN ATAS UNDANGAN FORUM KOMUNIKASI MULTISTAKEHOLDER TERKAIT PLTP DI PULAU FLORES...
Labuan Bajo, Veritas Indonesia — Keuskupan Labuan Bajo memutuskan tidak menghadiri Forum Komunikasi Multistakeholder terkait rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di...
Bukan Sekadar Pasrah: 5 Kekuatan Tersembunyi di Balik Pilihan Hidup Tenang
Di tengah riuhnya dunia yang terus menuntut kita untuk berlari mengejar ambisi, pernahkah Anda menyadari bahwa merengkuh ketenangan mungkin merupakan bentuk pencapaian hidup yang...
Paradoks Manusia: Mengapa Hal Termudah Justru Paling Sulit Dilakukan?
Sering kali, ujian terberat bagi seorang manusia bukanlah menaklukkan ganasnya alam semesta, melainkan menundukkan egonya sendiri di dalam rutinitas keseharian.
Oleh: Albert Santoso
Apa yang terlintas...
Terjebak di Zona Nyaman? Ini Alasan Mengapa Keabadian Justru Mengerikan
Kita sering meratapi perpisahan dan berharap momen bahagia berlangsung selamanya, tanpa menyadari bahwa justru kefanaanlah yang memberi makna pada setiap detik kehidupan kita.
Penulis: Albert...


































