Ketika Solusi Sudah Ada, Mengapa Kita Masih Memilih Cara yang Sulit?

Pernahkah kita menyadari bahwa sering kali kita menolak solusi yang sudah ada di depan mata, hanya karena kita terlalu mengandalkan logika sendiri? Sebab seperti...

Dari AKB48 ke Nazaret: Seni Menemukan Panggungmu Sendiri

Oleh. Albert Santoso Pernahkah Anda merasa seluruh potensi dan kerja keras Anda seolah menguap begitu saja, hanya karena Anda berada di tempat yang salah? Dan...

Pimpin Misa di Labuan Bajo, Presiden Caritas Internasionalis Serukan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Manusia dan...

LABUAN BAJO-Veritas Indonesia. Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Manggarai Barat, menjadi saksi pertemuan tokoh-tokoh kemanusiaan Katolik lintas negara pada Senin (18/5/2026). Berkumpulnya ratusan...

Logika Kepercayaan: Mengapa Kita Memercayai Sang Utusan?

Di tengah krisis kepercayaan yang kerap melanda dunia modern hari ini, kita sering kali lupa bahwa kekuatan sebuah pesan tidak melulu terletak pada siapa...

Merawat Martabat di Beranda Negeri: Menggugat Ketimpangan Medis Lewat Keadilan Sosial

Di balik megahnya dinding rumah sakit perkotaan, jutaan nyawa di pelosok negeri masih harus mempertaruhkan martabat dan helaan napas mereka demi sekadar mengakses hak...

“Pesta Babi” yang Menakutkan?

Artikel ini merupakan opini tentang kontroversi pelarangan pemutaran film “Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita”. Redaksi Veritas Indonesia menerbitkannya sebagai ruang refleksi publik mengenai...

The Human Face in the Digital Fog: A Moral Stand Against AI

In an era where algorithms increasingly dictate the pulse of our interactions, the true challenge of the digital age lies not in the sophistication...

Bukan Damai, Tapi Pedang: Seni Menjaga Lidah di Tengah Budaya Cela.

Di tengah dunia yang menganggap perundungan verbal sebagai bumbu pergaulan, memilih untuk diam dan setia pada nurani sering kali menjadi jalan sunyi yang memisahkan...

Ketulusan yang Terlupakan: Belajar Iman dari Seorang Anak

Sering kali, di tengah ambisi dunia yang menuntut kita menjadi besar dan berkuasa, kita justru kehilangan esensi kemanusiaan yang paling murni: ketulusan seorang anak."Sedangkan...

Menemukan Wajah Bapa di Balik Kecewa

Penulis: Albert Santoso “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!” (Lukas 11:13a) Masa kecil saya dipenuhi...

Pemutaran Film di Roma Mengungkap Krisis Moral Negara dan Keheningan Gereja atas Papua

Di tengah narasi pembangunan nasional dan transisi energi hijau, suara masyarakat adat Papua kerap tenggelam oleh kepentingan politik dan ekonomi. Pemutaran dokumenter Pig Feast:...

Menimbang Ulang Keadilan: Mengapa Peraturan Harus Memanusiakan Manusia?

Sebuah aturan sering kali diuji validitasnya bukan saat ia ditaati dalam keadaan normal, melainkan saat ia berbenturan dengan panggilan nurani untuk menolong sesama. Penulis: Albert...

Spiritualitas Penderitaan: Mengapa Kehadiran Lebih Menyembuhkan daripada Obat

Di tengah krisis kemanusiaan dan kerapuhan fisik, mendampingi mereka yang menderita bukan sekadar tugas medis, melainkan sebuah seni menghadirkan harapan di ambang keputusasaan.Oleh: Lesta...

Hadir, Namun Tak Melebur

Di tengah arus dunia yang sering kali menyeret kita pada keseragaman tanpa makna, keberanian untuk menjadi "berbeda" adalah satu-satunya cara agar kita tidak tenggelam.Penulis:...

Iman, Alam, dan “Kotoran Iblis”: Mengapa Kita Perlu Beragama dengan Cara Baru?

Apa gunanya rumah ibadah yang megah jika tanah tempatnya berdiri perlahan hancur oleh kerakusan manusia yang tidak terkendali? Saat ini, kita sedang menyaksikan sebuah...

TERBARU

Populer