Katolisitas yang Berdampak: Menjadi Garam dan Terang Dunia
Seluruh bacaan suci hari ini mengajak kita untuk menghayati kehidupan beriman bukan terutama sebagai kesalehan pribadi dan simbolik, tetapi lebih dari itu, mesti menjadi...
Damai Bukan Cuma Mimpi: Saatnya Kita Jadi Jembatan, Bukan Tembok
Pernahkah Anda membayangkan sebuah pagi di mana notifikasi ponsel Anda tidak lagi dipenuhi kabar buruk tentang konflik atau perdebatan panas yang menguras energi? Di...
Seni Melepaskan: Mengapa Mengampuni Adalah Investasi Terbaik untuk Kesehatan Mental
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (Mat 18:22). Ajaran ini bukan sekadar...
Menimbang Ulang Keadilan: Mengapa Peraturan Harus Memanusiakan Manusia?
Sebuah aturan sering kali diuji validitasnya bukan saat ia ditaati dalam keadaan normal, melainkan saat ia berbenturan dengan panggilan nurani untuk menolong sesama. Penulis: Albert...
Gelas Kopi Bapak Mikhael: Sebuah Refleksi tentang Mengkritik Pelayan Gereja
Di balik tegarnya jubah para pelayan Tuhan, tersimpan kerapuhan seorang manusia biasa; sebuah kisah yang akan mengubah cara kita memandang, mengkritik, dan menghargai pengorbanan...
Menjawab Seruan Laudato Si: Aksi Nyata Katedral Bogor Atasi 21 Miliar Beban Sampah
Ketika krisis iklim tak lagi cukup dijawab hanya dengan untaian doa, langkah nyata dari tingkat tapak, seperti merombak isi tempat sampah di dapur rumah,...
Cahaya dari Gunung, Keberanian di Lembah
Renungan Minggu, 1 Maret 2026
Hidup beriman sering terasa seperti perjalanan mendaki dan menuruni gunung. Ada saat kita berdiri di puncak, hati penuh terang dan...
Imamat: Menenun Keilahian dalam Sunyi yang Kudus
Di balik jubah yang bersahaja dan kesunyian yang kadangkala menyesakkan, tersimpan sebuah pengabdian tanpa pamrih yang menjadi jembatan rapuh namun kokoh antara kefanaan manusia...
Menghadirkan Wajah Belas Kasih di Ruang Perawatan
Di balik deru peralatan medis dan seluruh bagian dinding putih rumah sakit, terselip sebuah misi yang melampaui sekadar penyembuhan fisik, yakni mengembalikan martabat manusia...
“Pesta Babi” yang Menakutkan?
Artikel ini merupakan opini tentang kontroversi pelarangan pemutaran film “Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita”. Redaksi Veritas Indonesia menerbitkannya sebagai ruang refleksi publik mengenai...
Perjalanan Dinas Kehidupan: Mengingat Kembali Kewarganegaraan Surgawi Kita
Pernahkah kita menyadari bahwa kehidupan kita di dunia ini ibarat sebuah perjalanan dinas sementara, sebelum akhirnya kita kembali ke "rumah" tempat kita benar-benar berasal?Penulis:...
Menemukan Titik Terang: Pendampingan Pastoral bagi Kesehatan Mental Kaum Muda
Di tengah bayang-bayang ketidakpastian masa depan dan tuntutan hidup yang semakin menghimpit, kaum muda saat ini tidak hanya membutuhkan jaminan pekerjaan, tetapi juga sebuah...
Berbahagialah yang Berani Hidup Berbeda
Renungan Matius 5:1–12a
Nilai yang Dibalikkan
Matius 5:1–12a memuat sabda Yesus yang dikenal sebagai Sabda Bahagia. Di hadapan orang banyak dan para murid, Yesus menyatakan siapa...
Beyond the Algorithm: Why We Need a “Humanising Church” More Than Ever
As machines learn to mimic human thought, the most radical act we can perform is to remember what it means to be truly human.By...
Mengangkat Pandangan, Menembus Batas Kepedulian
Perjalanan Apostolik Paus Leo XIV ke Spanyol pada 6-12 Juni, 2026 tidak dapat dipahami sekadar sebagai kunjungan pastoral biasa.
Di balik perayaan liturgi, sambutan hangat...





















