Berhenti Menjadikan Kebahagiaan Sebagai Satu-satunya Tujuan Hidup
Kita menghabiskan hampir seluruh napas kehidupan untuk berlari mengejar fatamorgana kebahagiaan, tanpa menyadari bahwa dahaga terbesar jiwa kita sebenarnya adalah kedamaian saat euforia itu...
Mengangkat Pandangan, Menembus Batas Kepedulian
Perjalanan Apostolik Paus Leo XIV ke Spanyol pada 6-12 Juni, 2026 tidak dapat dipahami sekadar sebagai kunjungan pastoral biasa.
Di balik perayaan liturgi, sambutan hangat...
Kebangkitan Iman dan Iman akan Kebangkitan
Dalam permenungan Sabda Allah hari ini, kita diajak merenungkan kebangkitan—bukan hanya tubuh, tetapi juga iman yang mungkin pernah rapuh. Jalan menuju kebangkitan tidak mudah;...
Katolisitas yang Berdampak: Menjadi Garam dan Terang Dunia
Seluruh bacaan suci hari ini mengajak kita untuk menghayati kehidupan beriman bukan terutama sebagai kesalehan pribadi dan simbolik, tetapi lebih dari itu, mesti menjadi...
Seni Berhenti Sejenak: 5 Langkah Berdamai dengan Realitas Kehidupan
Di tengah dunia yang terus menuntut kita untuk berlari lebih cepat dan meraih lebih banyak, terkadang pencapaian terbesar justru hadir saat kita berani berhenti...
Bulan yang Retak di Permukaan Air Keruh
Sering kali, kualitas hidup kita tidak ditentukan oleh seberapa besar badai yang datang, melainkan oleh seberapa tenang permukaan hati kita saat menyambutnya.
Penulis: Albert Santoso
Pernahkah...
Prapaskah: Tentang Tidak Lari dari Kegagalan dan Keberanian untuk Tetap Tinggal
Di balik riuhnya perayaan kesuksesan yang diagungkan dunia, Prapaskah hadir sebagai pengingat sunyi bahwa kegagalan bukanlah jurang kehancuran, melainkan ruang paling jujur untuk bertemu...
Menemukan Sukacita Sejati Melampaui Gemerlap Keberhasilan Duniawi
Kita sering kali menghabiskan seumur hidup mengejar tepuk tangan dunia dengan membuktikan kehebatan diri, tanpa menyadari bahwa panggung tempat kita berdiri bisa runtuh kapan...
Misi yang Tak Terduga: Dari Maumere ke Paraguay
Dari Maumere ke Paraguay, Sr. Maria Tantiana, SMI, menemukan bahwa misi bukan sekadar perjalanan jauh, melainkan perjalanan iman untuk belajar, beradaptasi, dan mengasihi di...
Teshuvah: Menggugat Ambisi Geothermal Melalui Tangis di Panggung Ritapiret
Di tengah deru ambisi pembangunan yang sering kali menepikan nilai kemanusiaan, panggung teater Ritapiret hadir menyuarakan luka masyarakat melalui drama pengkhianatan, sesal, dan kekuatan...
Berbahagialah yang Berani Hidup Berbeda
Renungan Matius 5:1–12a
Nilai yang Dibalikkan
Matius 5:1–12a memuat sabda Yesus yang dikenal sebagai Sabda Bahagia. Di hadapan orang banyak dan para murid, Yesus menyatakan siapa...
Skenario Tuhan dalam Kanvas Hitam: Refleksi Harapan di Masa Prapaskah
Di tengah dunia yang sering kali memuja keberhasilan instan, kita perlu berhenti sejenak untuk memahami bahwa kegagalan bukanlah titik akhir, melainkan sebuah jeda puitis...
Alleluia Amidst the Ruins: The Meaning of Easter in an Era of War
Amidst a world shattered by the roar of weapons and the ruins of war, is it possible for the cry of "Alleluia" and the...
Menemukan Wajah Bapa di Balik Kecewa
Penulis: Albert Santoso
“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!” (Lukas 11:13a)
Masa kecil saya dipenuhi...
Mengapa Kita Sulit Berubah (Menjadi Lebih Baik)?
Seringkali kita mengira bahwa perubahan diri menuntut upaya keras agar layak di hadapan Tuhan, padahal transformasi sejati justru bermula dari kesadaran bahwa kita telah...


































