Menimbang Ulang Keadilan: Mengapa Peraturan Harus Memanusiakan Manusia?
Sebuah aturan sering kali diuji validitasnya bukan saat ia ditaati dalam keadaan normal, melainkan saat ia berbenturan dengan panggilan nurani untuk menolong sesama.Â
Penulis: Albert...
Spiritualitas Penderitaan: Mengapa Kehadiran Lebih Menyembuhkan daripada Obat
Di tengah krisis kemanusiaan dan kerapuhan fisik, mendampingi mereka yang menderita bukan sekadar tugas medis, melainkan sebuah seni menghadirkan harapan di ambang keputusasaan.
Oleh: Lesta...
Hadir, Namun Tak Melebur
Di tengah arus dunia yang sering kali menyeret kita pada keseragaman tanpa makna, keberanian untuk menjadi "berbeda" adalah satu-satunya cara agar kita tidak tenggelam.
Penulis:...
Iman, Alam, dan “Kotoran Iblis”: Mengapa Kita Perlu Beragama dengan Cara Baru?
Apa gunanya rumah ibadah yang megah jika tanah tempatnya berdiri perlahan hancur oleh kerakusan manusia yang tidak terkendali? Saat ini, kita sedang menyaksikan sebuah...
Menghadirkan Wajah Belas Kasih di Ruang Perawatan
Di balik deru peralatan medis dan seluruh bagian dinding putih rumah sakit, terselip sebuah misi yang melampaui sekadar penyembuhan fisik, yakni mengembalikan martabat manusia...
Sakralitas Raga: Saat Keringat Menjadi Doa
Di tengah hiruk-pikuk industri kesehatan modern yang sering kali terjebak pada pemujaan citra diri, kita kerap lupa bahwa setiap tarikan napas dan fungsi organ...
Sakit Bukan Sekadar Urusan Fisik: Mengembalikan Martabat Manusia di Rumah Sakit
Di balik dinginnya dinding fasilitas kesehatan dan canggihnya peralatan medis, ada satu hal fundamental yang pantang terlupakan dalam proses penyembuhan: martabat pasien sebagai manusia...
Yesus Sang Gembala dan Pintu Keselamatan
Memahami Misteri Kristus untuk Menjaga dan Mendukung Panggilan Hidup
Renungan Minggu, 26 April 2026 – Hari Minggu Paskah IV / Minggu Panggilan SeduniaBacaan: Kis. 2:14a,36-41;...
Menenun Kemanusiaan di Batas Timur: 25 Tahun Kidung Pelayanan di Flores, Sumba, dan Bima
Di tengah riuh rendah kemajuan zaman, sebuah perjalanan sunyi namun bertenaga selama seperempat abad telah menenun benang-benang kemanusiaan dan keberagaman di pelosok Manggarai, Sumba,...
Damai Bukan Cuma Mimpi: Saatnya Kita Jadi Jembatan, Bukan Tembok
Pernahkah Anda membayangkan sebuah pagi di mana notifikasi ponsel Anda tidak lagi dipenuhi kabar buruk tentang konflik atau perdebatan panas yang menguras energi? Di...
Menapaki Jalan Salib: Antara Devosi yang Menggetarkan dan Iman yang Ditantang
Tablo Jalan Salib kerap menghadirkan pengalaman iman yang menyentuh dan menggugah emosi. Namun, di balik keheningan dan air mata, tersimpan pertanyaan yang lebih dalam:...
Imamat: Menenun Keilahian dalam Sunyi yang Kudus
Di balik jubah yang bersahaja dan kesunyian yang kadangkala menyesakkan, tersimpan sebuah pengabdian tanpa pamrih yang menjadi jembatan rapuh namun kokoh antara kefanaan manusia...
Teshuvah: Menggugat Ambisi Geothermal Melalui Tangis di Panggung Ritapiret
Di tengah deru ambisi pembangunan yang sering kali menepikan nilai kemanusiaan, panggung teater Ritapiret hadir menyuarakan luka masyarakat melalui drama pengkhianatan, sesal, dan kekuatan...
Prapaskah: Tentang Tidak Lari dari Kegagalan dan Keberanian untuk Tetap Tinggal
Di balik riuhnya perayaan kesuksesan yang diagungkan dunia, Prapaskah hadir sebagai pengingat sunyi bahwa kegagalan bukanlah jurang kehancuran, melainkan ruang paling jujur untuk bertemu...
Kasih di Atas Hukum: Sabat untuk Manusia, Bukan Manusia untuk Sabat
Refleksi ini menghadirkan permenungan atas Injil Lukas 6:8 dengan menyoroti relasi antara hukum dan kasih dalam kehidupan Kristiani. Melalui pengalaman konkret, penulis menegaskan bahwa...





















