Kardinal David: Sebelum Mewartakan Injil, Gereja Harus Lebih Dulu “Menyiapkan Tanah”

Jakarta, Veritas Indonesia — Misi Gereja tidak dimulai dari mimbar, tetapi dari telinga yang mau mendengarkan. Sebelum menaburkan benih Sabda Allah, Gereja dipanggil lebih dahulu “menyiapkan tanah” melalui dialog, persahabatan, dan pelayanan.

Pesan itulah yang ditekankan Kardinal Pablo Virgilio David, Wakil Presiden Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC), dalam homili pada Perayaan Ekaristi harian Sidang Pleno XII FABC di Jakarta, Kamis (24/7/2026).

Di hadapan para uskup, imam, biarawan-biarawati, dan delegasi awam dari berbagai negara Asia, Kardinal David merefleksikan bacaan dari Kitab Yeremia dan Injil tentang Perumpamaan Penabur. Ia mengajak Gereja di Asia untuk memperbarui cara bermisi melalui semangat pertobatan sinodal yang mengutamakan relasi dan pendampingan.

Bukan Hanya Menabur Benih, tetapi Menyiapkan Tanah

Bertolak dari gambaran Nabi Yeremia tentang “gembala-gembala menurut hati Allah”, kardinal asal Filipina itu mengajak Gereja melihat kembali Perumpamaan Penabur dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, pewartaan yang menghasilkan buah tidak dimulai ketika benih ditaburkan, tetapi jauh sebelumnya, saat tanah dipersiapkan.

Alih-alih hanya memahami benih sebagai Sabda Allah dan tanah sebagai berbagai jenis pendengar, Kardinal David mengajak peserta merenungkan apa yang membuat tanah menjadi subur.

Baca Juga Artikel:  Mengoyak Kesunyian Tanah Papua, Diskusi Publik "Di Mana Kita dalam Film Pesta Babi?" Serukan Keadilan Ekologis dan Keberpihakan Nyata

Ia kemudian membagikan pengalaman ketika memimpin pendalaman Kitab Suci bersama sebuah Komunitas Basis Gerejawi di Filipina. Dalam pertemuan itu, seorang petani tua menyampaikan tafsiran sederhana yang justru membuka perspektif baru.

“Petani itu dengan sopan mengatakan kepada saya bahwa penabur dalam perumpamaan itu bukanlah petani yang baik, sebab ia menaburkan benih di jalan, di tanah berbatu, dan di tengah semak duri,” kenangnya.

Refleksi itu, katanya, menyadarkannya bahwa seorang petani yang baik mengetahui sebagian besar pekerjaannya justru dilakukan sebelum musim tanam dimulai.

“Petani yang baik tahu bahwa sebagian besar pekerjaannya terjadi sebelum menanam. Ia menyiapkan tanahnya lebih dulu.”

Mendengarkan Sebelum Berbicara

Bagi Kardinal David, gambaran tersebut merupakan kunci pewartaan Injil di dunia saat ini. Gereja tidak dapat berharap benih Sabda bertumbuh jika hati manusia belum dipersiapkan untuk menerimanya.

Menyiapkan tanah, katanya, berarti membangun budaya perjumpaan yang menjadi inti kehidupan sinodal.

“Menyiapkan tanah berarti mendengarkan sebelum berbicara, berdialog sebelum berdebat, bersahabat sebelum meyakinkan, dan membangun kepercayaan sebelum meminta komitmen.”

Pendekatan ini, lanjutnya, menjadi semakin penting di Asia, sebuah benua yang kaya akan keberagaman agama, budaya, dan etnis. Di sejumlah tempat Injil diterima dengan terbuka, tetapi di tempat lain masih disambut dengan keraguan, bahkan kecurigaan.

Baca Juga Artikel:  Kamis Putih: Ekaristi Yang Menggerakkan, Kasih Yang Menjadi Nyata

Karena itu, Gereja dipanggil terlebih dahulu membangun kepercayaan melalui kehadiran yang setia, pelayanan yang tulus, dan kesaksian hidup, sebelum berharap pewartaannya menghasilkan buah.

Belajar dari Gereja di Mongolia

Sebagai contoh konkret, Kardinal David mengangkat pengalaman Gereja di Mongolia yang dipimpin Kardinal Giorgio Marengo.

Menurutnya, Gereja di negara itu lebih dahulu dikenal melalui karya pendidikan, pelayanan sosial, dan persahabatan yang tulus dengan masyarakat setempat, sebelum dikenal lewat pewartaan verbal.

Pengalaman Mongolia menunjukkan bahwa tindakan kasih dan belas kasih sering kali menjadi “tanah subur” yang mempersiapkan hati orang untuk menerima Injil.

Sinodalitas Membuka Ruang Perjumpaan

Kardinal David menegaskan bahwa semangat inilah yang menjadi inti pertobatan sinodal yang sedang dihidupi Gereja Asia melalui Sidang Pleno FABC.

Baginya, sinodalitas bukan sekadar berjalan bersama di dalam Gereja, tetapi juga menciptakan ruang-ruang perjumpaan di mana setiap orang dapat mengalami kasih Kristus melalui sikap hormat, dialog, dan pelayanan.

Menutup homilinya, Kardinal David mengingatkan bahwa masa depan evangelisasi di Asia tidak hanya ditentukan oleh kesetiaan Gereja mewartakan Sabda, tetapi juga oleh kesediaannya dengan sabar mempersiapkan hati manusia untuk menerimanya.

Baca Juga Artikel:  Mgr. Paulus Budi Kleden: Hidup Bakti Adalah Panggilan Menjadi Terang di Tengah Dunia yang Terluka

“Masa depan pewartaan Injil di Asia bergantung bukan hanya pada seberapa setia kita menaburkan benih, tetapi juga pada seberapa sabar kita menyiapkan tanahnya.”

Ia menutup homili dengan doa agar Allah membentuk para pelayan Gereja menjadi “gembala-gembala menurut hati-Nya” sekaligus penabur-penabur yang bijaksana, yang dengan kesabaran menyiapkan tanah sehingga benih iman, harapan, dan kasih dapat bertumbuh subur di seluruh Asia.

Sidang Pleno XII Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC) berlangsung di Jakarta pada 20–26 Juli 2026 dengan mengusung tema “The Call to Synodal Conversion and the Mission to Be Bridge-Builders in Asia.”


Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Media Veritas Indonesia. Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD) yang berbasis di Roma. Kontributor untuk Vatican News dan Radio Veritas Asia (RVA). Profil akademik: ResearchGate Profile

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer