Beyond the Algorithm: Why We Need a “Humanising Church” More Than Ever
As machines learn to mimic human thought, the most radical act we can perform is to remember what it means to be truly human.
By...
Merengkuh Luka di Masa Prapaskah: Sebuah Panggilan untuk Pulih dan Mencintai
"Lihatlah, sekaranglah saatnya yang tepat; lihatlah, sekaranglah hari keselamatan." (2 Korintus 6:2)
Penulis: Anastasia Sally Pobas
Pernahkah terlintas di benak kita, bagaimana jika masa Prapaskah kali...
Alleluia Amidst the Ruins: The Meaning of Easter in an Era of War
Amidst a world shattered by the roar of weapons and the ruins of war, is it possible for the cry of "Alleluia" and the...
Dua Mawar Satu Tangkai: Refleksi Kecil tentang Kepemimpinan
Oleh. Tereja Oktaviana Lim*
Banjarmasin, 30 November 2025-Veritas Indonesia. Hidup adalah rangkaian pilihan yang tak berujung. Entah itu menyangkut hal-hal konkret, maupun nilai-nilai abstrak yang...
Spiritualitas Penderitaan: Mengapa Kehadiran Lebih Menyembuhkan daripada Obat
Di tengah krisis kemanusiaan dan kerapuhan fisik, mendampingi mereka yang menderita bukan sekadar tugas medis, melainkan sebuah seni menghadirkan harapan di ambang keputusasaan.
Oleh: Lesta...
Menggugat Penderitaan: Menemukan Resiliensi, Empati, dan Makna di Tengah Kesulitan
Bayangkan sebuah dunia tanpa secuil pun rasa sakit atau kesulitan; alih-alih menjadi utopia, ketiadaan penderitaan tersebut justru merupakan resep paling sempurna menuju kepunahan massal.
Penulis:...
Teshuvah: Menggugat Ambisi Geothermal Melalui Tangis di Panggung Ritapiret
Di tengah deru ambisi pembangunan yang sering kali menepikan nilai kemanusiaan, panggung teater Ritapiret hadir menyuarakan luka masyarakat melalui drama pengkhianatan, sesal, dan kekuatan...
KEBENARAN KRISTUS ADALAH KOMPAS
Oleh Pater Dr. Felix Baghi, SVD*
Pernyataan Uskup Frans Kopong Kung tentang KWI sebagai KOMPAS gereja Katolik di Indonesia sewaktu tahbisan uskup di Larantuka menarik...
Menemukan Oase Kedamaian di Tengah Penatnya Dunia Melalui Hati Kudus Yesus
Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang seringkali membuat kita merasa terasing dan kelelahan, ada sebuah tawaran kedamaian abadi yang menanti untuk direngkuh: cinta tanpa...
Saat Air Setinggi Lutut dan Iman Setinggi Langit
Bencana sering kali menjadi cermin paling jujur yang mengikis seluruh ilusi kendali manusia, menyisakan pertanyaan mendasar: saat semua pegangan runtuh, apa yang membuat kita...
Berhenti Menjadikan Kebahagiaan Sebagai Satu-satunya Tujuan Hidup
Kita menghabiskan hampir seluruh napas kehidupan untuk berlari mengejar fatamorgana kebahagiaan, tanpa menyadari bahwa dahaga terbesar jiwa kita sebenarnya adalah kedamaian saat euforia itu...
Menjadi Utuh Tanpa Menuntut Kesempurnaan
Di balik obsesi purba manusia membangun utopia, kita kerap lupa bahwa peradaban justru terus berdenyut berkat mereka yang berani melangkah dengan segala retakan dan...
Jangan Tinggalkan Meja Perundingan: Kritik atas Aksi Boikot Geothermal di Ledalero
Oleh: Edi Danggur*
Tulisan ini merupakan tanggapan atas diskursus yang berkembang menyusul publikasi “Tanggapan dan Beberapa Catatan atas Undangan Forum Komunikasi Multistakeholder terkait PLTP di...
Menemukan Terang di Balik Retakan Tanah Flobamora
Pada sebuah fajar ketika kidung puji-pujian mendadak patah oleh raungan bumi bermagnitudo 7,7, Flores tidak hanya menyaksikan robohnya dinding-dinding batu, melainkan juga kelahiran kembali...
Kebangkitan Iman dan Iman akan Kebangkitan
Dalam permenungan Sabda Allah hari ini, kita diajak merenungkan kebangkitan—bukan hanya tubuh, tetapi juga iman yang mungkin pernah rapuh. Jalan menuju kebangkitan tidak mudah;...





















