Perjalanan Dinas Kehidupan: Mengingat Kembali Kewarganegaraan Surgawi Kita
Pernahkah kita menyadari bahwa kehidupan kita di dunia ini ibarat sebuah perjalanan dinas sementara, sebelum akhirnya kita kembali ke "rumah" tempat kita benar-benar berasal?Penulis:...
Merawat Martabat di Beranda Negeri: Menggugat Ketimpangan Medis Lewat Keadilan Sosial
Di balik megahnya dinding rumah sakit perkotaan, jutaan nyawa di pelosok negeri masih harus mempertaruhkan martabat dan helaan napas mereka demi sekadar mengakses hak...
Imamat: Menenun Keilahian dalam Sunyi yang Kudus
Di balik jubah yang bersahaja dan kesunyian yang kadangkala menyesakkan, tersimpan sebuah pengabdian tanpa pamrih yang menjadi jembatan rapuh namun kokoh antara kefanaan manusia...
“Pesta Babi” yang Menakutkan?
Artikel ini merupakan opini tentang kontroversi pelarangan pemutaran film “Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita”. Redaksi Veritas Indonesia menerbitkannya sebagai ruang refleksi publik mengenai...
Seni Melepaskan: Mengapa Mengampuni Adalah Investasi Terbaik untuk Kesehatan Mental
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (Mat 18:22). Ajaran ini bukan sekadar...
Lubang di Lambung Kapal: Sebuah Hikayat tentang Nilai Diri
Pernahkah Anda merasa tak kasat mata dan diabaikan di antara orang-orang hebat, padahal sering kali pahlawan sejati justru lahir dari mereka yang tak pernah...
Berbahagialah yang Berani Hidup Berbeda
Renungan Matius 5:1–12a
Nilai yang Dibalikkan
Matius 5:1–12a memuat sabda Yesus yang dikenal sebagai Sabda Bahagia. Di hadapan orang banyak dan para murid, Yesus menyatakan siapa...
Kebangkitan Iman dan Iman akan Kebangkitan
Dalam permenungan Sabda Allah hari ini, kita diajak merenungkan kebangkitan—bukan hanya tubuh, tetapi juga iman yang mungkin pernah rapuh. Jalan menuju kebangkitan tidak mudah;...
Melepas Roda Bantu: Percaya pada Tangan Tak Terlihat yang Menjaga Kita
Sama seperti seorang ayah yang diam-diam melepaskan pegangannya pada sepeda sang anak, Tuhan terkadang membiarkan kita mengayuh sendiri di tengah kerasnya dunia, hanya agar...
The Human Face in the Digital Fog: A Moral Stand Against AI
In an era where algorithms increasingly dictate the pulse of our interactions, the true challenge of the digital age lies not in the sophistication...
Berbuat Baik Tanpa Berisik: Seni Memberi Tanpa Butuh Validasi
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang berlomba-lomba memamerkan kebaikan demi sebuah validasi, sebuah pesan kuno dari dua ribu tahun lalu justru menantang ego kita: "Tetapi...
Menjawab Seruan Laudato Si: Aksi Nyata Katedral Bogor Atasi 21 Miliar Beban Sampah
Ketika krisis iklim tak lagi cukup dijawab hanya dengan untaian doa, langkah nyata dari tingkat tapak, seperti merombak isi tempat sampah di dapur rumah,...
Hadir, Namun Tak Melebur
Di tengah arus dunia yang sering kali menyeret kita pada keseragaman tanpa makna, keberanian untuk menjadi "berbeda" adalah satu-satunya cara agar kita tidak tenggelam.Penulis:...
Pena di Tangan Kita: Seni Mengambil Keputusan Spiritual
Di tengah hiruk-pikuk pilihan hidup yang sering kali membingungkan, kita diajak untuk melihat kembali bagaimana satu keputusan kecil dapat mengubah seluruh arah takdir manusia.Oleh:...
Filosofi Gelas Penuh: Batas Tipis Antara Ikhtiar dan Keserakahan
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus memaksa kita berlari mengejar tumpukan materi, kita sering kali lupa bahwa rezeki terbaik justru sering datang dalam bentuk...


































