Kiprah Global, Hati Lokal: Sukacita Umat Flores Timur Sambut Kepulangan Padre Marco dari Vatikan

Setelah bertahun-tahun merajut jembatan dialog antaragama di jantung Vatikan, kepulangan Pater Markus Solo Kewuta, SVD, ke pelukan kampung halamannya di Flores Timur disambut bukan sekadar sebagai tamu istimewa, melainkan sebagai putra daerah yang dirindukan.


LARANTUKAVeritas Indonesia. Suasana Desa Persiapan Lewouran, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur, terasa berbeda pada Selasa (4/8/2026). Ribuan pasang mata umat Katolik setempat tertuju pada sosok Pater Markus Solo Kewuta, SVD—atau yang akrab disapa Padre Marco. Kepulangan tokoh agama yang bertugas di Takhta Suci Vatikan ini menjadi oase spiritual sekaligus momen reuni yang sarat emosi, bertepatan dengan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-58.

Antusiasme masyarakat sejatinya sudah pecah sehari sebelumnya. Jalanan menuju Lewouran dipadati ratusan warga yang menggelar prosesi penyambutan adat yang meriah. Perayaan puncak kemudian terwujud dalam Misa Syukur di Gereja Stasi Santo Petrus, Lewouran. Ratusan umat dari wilayah Lewotobi dan sekitarnya memadati area gereja, larut dalam khidmatnya Perayaan Ekaristi.

Dalam perayaan tersebut, Padre Marco bertindak selaku selebran utama. Ia didampingi oleh Pastor Paroki Santo Yosep Lewotobi, Romo Moses Watan Boro, serta Romo Yoalin Sinakolo Leba dan Romo Robert sebagai konselebran. Misa ini juga turut didukung oleh kehadiran seorang diakon, para frater, serta putra-putri altar.

Baca Juga Artikel:  Seni Menata Ulang Kehidupan: Mengapa Keterpurukan Layak Disyukuri

Melalui homilinya, Padre Marco menyelipkan pesan mendalam tentang esensi pelayanan. Ia menekankan bahwa iman harus menjadi pijakan kokoh dalam menghadapi dinamika kehidupan, dan rasa syukur tidak boleh berhenti pada seremonial belaka.

“Syukur kepada Tuhan harus diwujudkan dalam wujud nyata kasih kepada sesama,” pesan Padre Marco di hadapan umat. “Di mana pun kaki ini berpijak, kita senantiasa dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan harapan bagi dunia.”

Seusai misa, kehangatan terus berlanjut. Syukuran perayaan usia ke-58 Padre Marco menjadi ajang kebersamaan yang dihadiri oleh keluarga, tokoh adat, serta pemuka masyarakat. Tarian tradisional dan alunan nyanyian khas Flores Timur semakin menghidupkan suasana syukur hari itu.

Pater Markus Solo Kewuta, SVD (tengah), bertindak sebagai selebran utama saat memimpin Perayaan Ekaristi Misa Syukur sekaligus perayaan HUT ke-58 dirinya di Gereja Stasi Santo Petrus, Lewouran, Flores Timur, Selasa (4/8/2026). (Sumber: Stanislaus Jumar Sudiyana/PWKI)

Inspirasi Lintas Benua

Kepulangan Padre Marco tak pelak memantik rasa bangga yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran pemerintah daerah. Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, menyoroti kontribusi signifikan sang imam yang melampaui batas-batas pelayanan pastoral konvensional.

Menurut Ignasius, kiprah Padre Marco di Vatikan telah menempatkannya sebagai aktor penting dalam diplomasi lintas agama tingkat global. “Pater tidak hanya dikenal sebagai seorang imam, tetapi beliau juga memainkan peran diplomatik krusial dalam membangun jembatan komunikasi antarumat beragama di seluruh belahan dunia,” puji Ignasius.

Baca Juga Artikel:  E-Tilang, Hukum Taurat, dan Transformasi Hati

Ia pun berharap, rekam jejak dedikasi Padre Marco dapat menjadi pelecut semangat bagi generasi muda Flores Timur. Harapannya, mereka mampu mengukir prestasi hingga ke kancah internasional tanpa pernah melupakan akar budaya dan rahim bumi Flobamora tempat mereka dilahirkan.

Ratusan umat Katolik memadati Gereja Stasi Santo Petrus, Lewouran, Flores Timur, untuk mengikuti Misa Syukur menyambut kepulangan Pater Markus Solo Kewuta, SVD, Selasa (4/8/2026). Kehadiran imam asal NTT yang berkiprah di Vatikan ini disambut dengan antusiasme dan sukacita mendalam oleh warga setempat. (Sumber: Stanislaus Jumar Sudiyana/PWKI)

Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

Maria Frani Ayu Andari Dias
Maria Frani Ayu Andari Diashttps://www.veritasindonesia.id/
Editor Content di Veritas Indonesia, Penulis dan Pengajar Ilmu Keperawatan Jiwa di Institut Kesehatan Suaka Insan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer