Uskup Agung Ende: Gempa Tak Mampu Menghancurkan Cinta Umat

ENDE, Veritas Indonesia — Di tengah duka akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Flores pada 15 Agustus, Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, menyaksikan sesuatu yang justru menguatkan harapannya: iman dan solidaritas umat yang tetap bertahan di tengah kehancuran.

“Di tengah reruntuhan, cinta mereka tidak hancur,” kata Mgr. Kleden kepada Vatican News.

Hingga 18 Agustus, jumlah korban meninggal mencapai 68 orang, sementara 213 lainnya mengalami luka-luka. Lebih dari 19.000 warga terpaksa mengungsi, dan ribuan rumah mengalami kerusakan. Gempa susulan yang telah terjadi lebih dari 2.000 kali membuat banyak keluarga masih takut kembali ke rumah mereka. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

Saat gempa terjadi, Mgr. Kleden sedang berada di Roe, dekat Mbay, Kabupaten Nagekeo. Sejak hari pertama, ia berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mengunjungi warga yang mengungsi di pinggir jalan, hutan, dan tempat-tempat terbuka.

“Saya melihat kepanikan dan ketakutan warga karena mereka tidak tahu kapan bisa kembali ke rumah. Namun, saya juga menyaksikan solidaritas yang luar biasa di antara mereka,” katanya.

Baca Juga Artikel:  Puasa, Hati, dan Bumi yang Sedang Menangis

Menurutnya, keluarga yang rumahnya masih relatif aman segera membangun tempat penampungan darurat dan berbagi makanan dengan para tetangga yang kehilangan tempat tinggal.

“Rumah mereka retak, tetapi cinta mereka tidak patah,” ujarnya.

Salah satu momen yang paling membekas baginya terjadi saat ia melihat seorang anak memeluk salib kecil di tengah perjalanan dari Aeramo menuju Danga.

“Anak itu sedang memikul Tuhan yang tersalib di tengah jalan salibnya sendiri,” katanya.

Paus Leo XIV juga menyampaikan belasungkawa melalui telegram yang dikirim kepada Mgr. Kleden. Paus menyatakan kedekatan dan doa bagi para korban, keluarga yang berduka, serta para relawan yang terlibat dalam upaya kemanusiaan.

Sementara itu, para imam, biarawan, biarawati, dan umat di Keuskupan Agung Ende bergerak cepat membantu para korban, bahkan sebelum program tanggap darurat resmi dibentuk.

“Inilah Caritas dalam arti yang sesungguhnya,” kata Mgr. Kleden.

Keuskupan Agung Ende kini bekerja sama dengan Caritas Indonesia, pemerintah, dan berbagai lembaga kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan serta memberikan pendampingan psikologis bagi para penyintas.

“Kita tidak sendirian. Tuhan tidak meninggalkan kita. Solidaritas adalah kuncinya,” tutupnya.

Baca Juga Artikel:  Uskup Kupang Tahbiskan 18 Diakon SVD: "Pelayanan Bukan Kekuasaan, melainkan Belas Kasih"

Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. 

Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia).

Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Media Veritas Indonesia. Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD) yang berbasis di Roma. Kontributor untuk Vatican News dan Radio Veritas Asia (RVA). Profil akademik: ResearchGate Profile

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer