Pernahkah kita menyadari bahwa Tuhan adalah Sang Pembangun Jembatan yang paling agung? Ketika jarak antara surga dan bumi terasa begitu jauh, Tuhan tidak tinggal diam. Ia membangun jembatan pertama-Nya, bukan dari batu atau baja, melainkan dari Sabda-Nya sendiri.
Gagasan indah inilah yang bergema kuat dalam Sidang Umum ke-12 Federasi Konferensi Para Uskup Asia (FABC). Lewat sebuah sapaan yang hangat sekaligus menggugah, Pastor Jan J. Stefanów, SVD, Sekretaris Jenderal Federasi Alkitab Katolik (CBF), mengajak seluruh umat Katolik di Asia untuk sejenak berhenti, merenung, dan kembali menengok “jembatan pertama” tersebut: Kitab Suci
Berbicara mewakili Kardinal Luis Antonio Tagle (Presiden CBF), Pastor Jan menyampaikan rasa bangganya terhadap gereja di Asia. Tahukah Anda? Dari 120 negara yang tergabung dalam jaringan kerasulan Alkitab global ini, Asia menempati posisi kehormatan. Hampir seluruh Konferensi Waligereja di Asia adalah anggota penuh yang sangat aktif. Asia dikenal sebagai wilayah yang paling hidup dan dinamis dalam menghidupi Sabda Tuhan.
Kenangan Manis yang Mulai Tertidur
Pastor Jan kemudian mengajak kita bernostalgia pada masa-masa keemasan pastoral Alkitab di Asia. Masih ingatkah kita dengan Bishops’ Institute for the Biblical Apostolate (BIBA) atau pendekatan Komunitas Basis (AsIPA)? Lewat komunitas-komunitas kecil yang berkumpul memecah Sabda inilah, Asia sebenarnya telah mengajarkan kepada seluruh Gereja di dunia tentang bagaimana rasanya “mendengarkan Sabda Tuhan bersama-sama” secara nyata di tengah umat.
Namun, di tengah pujian itu, terselip sebuah “sentilan sayang” yang patut kita renungkan bersama. Pastor Jan menyoroti sebuah realitas yang mungkin luput dari perhatian kita: sudah lebih dari satu dekade pertemuan BIBA tidak lagi digelar. Perlahan namun pasti, kerasulan Kitab Suci seolah kurang terlihat gaungnya dalam program-program pastoral saat ini.
“Tidak ada yang hilang,” kata Pastor Jan dengan penuh kasih, “tetapi ada sebuah dinamika berharga dari sejarah Anda sendiri yang sedang menunggu untuk dibangunkan kembali.”
Ini adalah sebuah panggilan bangun tidur untuk kita semua! Seringkali, Alkitab hanya menjadi buku pajangan di rak rumah kita, atau hanya kita buka saat Misa hari Minggu. Padahal, Kitab Suci seharusnya menjadi nafas yang menginspirasi seluruh gerak hidup pastoral dan keseharian kita.
Tanpa Sabda, Kita Tak Bisa Berjalan Bersama
Gereja saat ini sedang gencar menggaungkan semangat Sinodalitas—berjalan bersama. Namun, Pastor Jan mengingatkan pesan penting dari Dokumen Akhir Sinode: Mendengarkan Firman Allah adalah titik tolak dan kriteria bagi semua penelaahan Gereja.
Mari kita jujur pada diri sendiri. Bagaimana kita bisa membangun jembatan dengan sesama, dengan orang miskin, dengan budaya, dan agama lain, jika jembatan pertama kita dengan Tuhan, yakni Kitab Suci, rapuh dan jarang dilewati? Tidak ada sinodalitas tanpa aksi mendengarkan, dan tidak ada aksi mendengarkan dalam Gereja yang tidak dimulai dari Sabda Allah. Gereja di Asia, Gereja kita, membutuhkan laki-laki dan perempuan yang terbiasa mendengarkan Kitab Suci.
Saatnya Membuka Kembali Alkitab Kita
Mengakhiri pesannya, Pastor Jan menegaskan komitmen Federasi Alkitab Katolik untuk terus mendampingi dan mendukung langkah Gereja Asia. Ia menutup dengan mengutip janji manis dari Injil Yohanes 1:50, “Kalian akan melihat hal-hal yang lebih besar.”
Pesan dari Sidang FABC ini sebenarnya bukan hanya ditujukan untuk para Uskup, melainkan untuk Anda dan saya. Ini adalah undangan pribadi dari Tuhan. Sudahkah kita meluangkan waktu 10 menit saja hari ini untuk membaca Alkitab? Sudahkah kita membiarkan Sabda-Nya membimbing keputusan-keputusan sulit dalam hidup kita?
Mari kita bangun dari “tidur panjang” ini. Mari kita bersihkan debu dari sampul Alkitab kita, membukanya, dan membiarkan Tuhan kembali berbicara. Sebab, di atas jembatan Sabda itulah, keajaiban-keajaiban besar dalam hidup kita dan Gereja sedang menunggu untuk dinyatakan.
Bagaimana dengan Anda? Apa ayat Kitab Suci yang paling menguatkan Anda akhir-akhir ini? Yuk, bagikan di kolom komentar dan mari saling meneguhkan!
Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.


