Tiga Uskup SVD Puji Syuradikara sebagai Rumah Keberagaman

Ende, Veritas Indonesia – SMA Katolik Syuradikara di Ende, Flores, menerima kunjungan istimewa tiga pemimpin Gereja Katolik pada Jumat, 17 Juli 2026, bertepatan dengan awal Tahun Ajaran 2026/2027.

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna menjelang keberangkatan mereka ke Jakarta untuk mengikuti Sidang Pleno XII Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC) yang berlangsung pada 20–26 Juli 2026.

Ketiga tamu tersebut ialah Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Niigata, Jepang, Mgr. Paulo Narui Daisuke, SVD, dan Uskup Agung Tokyo yang juga Kardinal Mgr. Tarcisio Isao Kikuchi, SVD. Mereka disambut hangat oleh lebih dari seribu siswa, guru, tenaga kependidikan, alumni, dan tamu undangan di Naungan Hijau Satu, kompleks sekolah misi yang didirikan oleh Serikat Sabda Allah (SVD).

Dalam sambutannya, Uskup Paulo Narui mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Indonesia. Sebelum menjadi uskup di Jepang, ia pernah tinggal selama lima tahun di Indonesia bersama keluarganya. Pengalaman tersebut, katanya, membentuk pemahamannya tentang kekayaan keberagaman bangsa Indonesia.

Karena itu, ia mengapresiasi Syuradikara sebagai sekolah yang mencerminkan semangat hidup bersama dalam keberagaman. Menurutnya, lingkungan yang menghimpun siswa dari berbagai latar belakang agama dan budaya menjadi ruang penting untuk belajar saling menghormati dan membangun persaudaraan. Ia pun berharap dapat kembali mengunjungi Syuradikara pada perayaan 75 tahun sekolah itu pada 2028 sekaligus mempererat persahabatan yang telah terjalin.

Baca Juga Artikel:  Level Up Kehidupan: Mengubah Lelah Rutinitas Menjadi Seru Lewat Pola Pikir Gamer

Sementara itu, Kardinal Tarcisio Kikuchi menyebut kunjungannya ke Syuradikara sebagai sebuah berkat dan bagian berharga dalam perjalanan panggilannya. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling penting bagi masa depan Gereja dan bangsa.

“Bukan gedung atau fasilitas yang menjadi jiwa pendidikan, melainkan harapan,” tegasnya.

Menurut Kardinal asal Jepang itu, harapan tidak tumbuh dalam kesendirian. Harapan lahir ketika manusia membuka diri untuk bertemu, berdialog, dan berjalan bersama dengan sesama.

Sekolah Misi Berakar pada Spiritualitas SVD

Kepala SMAK Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan ketiga uskup tersebut pada awal tahun ajaran baru. Menurutnya, kehadiran para pemimpin Gereja itu menjadi peneguhan bagi identitas Syuradikara sebagai sekolah misi yang berakar pada spiritualitas SVD.

Ia menjelaskan bahwa Syuradikara mengembangkan pendidikan berdasarkan empat matra khas SVD, yakni Kitab Suci, Animasi Misi, Komunikasi, serta Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (JPIC), yang dipadukan dengan nilai-nilai Verbum warisan pendiri SVD, Santo Arnoldus Janssen.

Bruder Kristianus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Syuradikara, mulai dari OSIS/MPK, para guru dan tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga Pemerintah Kabupaten Ende yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Baca Juga Artikel:  Gema Damai dari Vatikan: Paskah Bersama WNI dan Harapan untuk Dunia yang Terluka

Bersiap Mengikuti Sidang Pleno FABC

Dari Ende, ketiga uskup selanjutnya bertolak ke Jakarta untuk menghadiri Sidang Pleno XII FABC bersama lebih dari 120 pemimpin Gereja dari seluruh Asia. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan itu mengangkat tema “Synodal Conversion and the Mission to Be Bridges and Bridge-Builders in Asia”, yang terinspirasi dari Yohanes 1:50.

Sidang akan dibuka pada 21 Juli dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Kardinal Oswald Gracias sebagai Utusan Khusus Paus Leo XIV. Rangkaian sidang ditutup pada 26 Juli dengan Misa di Gereja Katedral Jakarta, yang dilanjutkan kunjungan ke Masjid Istiqlal melalui Terowongan Silaturahmi sebagai simbol dialog dan persaudaraan lintas agama.

Kardinal Kikuchi sendiri bukan sosok baru dalam kepemimpinan FABC. Sebelum diangkat sebagai Uskup Agung Tokyo, ia menjabat Uskup Niigata pada 2004–2017. Sejak 2021 ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal FABC, dan sejak 2023 menjabat Presiden Caritas Internationalis.

Sementara itu, Mgr. Paulo Narui menggantikan Kardinal Kikuchi sebagai Uskup Niigata pada 2020. Sebelumnya, ia melayani di Generalat SVD di Roma sebagai Koordinator Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC).

Baca Juga Artikel:  Mgr. Paskalis Undur Diri: Air Mata dan Pesan Syukur
P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Media Veritas Indonesia. Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD) yang berbasis di Roma. Kontributor untuk Vatican News dan Radio Veritas Asia (RVA). Profil akademik: ResearchGate Profile

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer