Ziarah Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara di Wae Nakeng: Devosi yang Berbuah Aksi Ekologis

Labuan Bajo, Veritas Indonesia — Ziarah Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara di paroki-paroki Kevikepan Wae Nakeng tidak hanya menjadi perayaan iman yang sarat doa dan devosi, tetapi juga melahirkan gerakan nyata untuk merawat bumi. Sejak dibuka di Paroki Santo Yosef Pekerja Lengkong Cepang pada 10 Juli 2026, ziarah ini menggerakkan umat melakukan berbagai aksi ekologis sebagai wujud nyata tema Festival Golo Koe 2026, “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.”

Di setiap paroki yang disinggahi, umat tidak hanya berkumpul untuk mengikuti doa Rosario, perayaan Ekaristi, dan prosesi penyambutan Arca Bunda Maria, tetapi juga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja, menanam pohon, serta mengelola sampah. Devosi kepada Bunda Maria pun diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Pastor Paroki Datak, Rm. Fredy Saldi, menilai semangat itu sebagai buah pastoral yang menggembirakan.”Prosesi Bunda Maria tahun ini memiliki sesuatu yang istimewa. Umat tidak hanya diajak semakin tekun berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menghidupi devosi itu dalam tindakan nyata merawat ciptaan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga Artikel:  Paus Leo XIV: Allah Tak Lagi Memanggil Kita Hamba, Melainkan Sahabat

Menurutnya, berbagai kegiatan seperti membersihkan lingkungan gereja dan menanam pohon menjadi ungkapan tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi yang “sedang menjerit akibat krisis ekologis.”

Bagi Rm. Fredy, tema Festival Golo Koe tahun ini berhasil mempertemukan dua dimensi yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan Gereja: spiritualitas dan tanggung jawab sosial-ekologis. Devosi kepada Maria, katanya, justru mendorong umat semakin peduli terhadap sesama dan alam ciptaan.

Pandangan serupa disampaikan Vikaris Episkopal Wae Nakeng, Rm. Ferdi Gadu. Ia menjelaskan bahwa ziarah Arca Bunda Maria merupakan simbol perjalanan seluruh Gereja menuju kepenuhan hidup dalam Allah.”Berjalan bersama Bunda Maria berarti belajar berjalan sebagai murid Kristus. Perjalanan itu bukan hanya menuju altar, melainkan juga menuju sesama dan menuju ciptaan yang dipercayakan Allah kepada kita.”

Karena itu, lanjutnya, devosi kepada Maria tidak boleh berhenti pada ungkapan religius semata.”Devosi yang sejati harus berbuah dalam aksi nyata. Festival Golo Koe mengajak umat menghidupi iman melalui tindakan yang membangun persaudaraan sekaligus merawat keutuhan ciptaan. Inilah panggilan setiap orang beriman.”

Semangat tersebut sejalan dengan arah pastoral yang ditegaskan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, saat meluncurkan Festival Golo Koe 2026 pada 4 Juni lalu. Ia mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi climate chaos dan krisis ekologis yang mengancam keberlangsungan hidup manusia.

Baca Juga Artikel:  Gereja: Tempat Memperoleh Rahmat dan Mempersembahkan Luka

Menurut Mgr. Maksimus, krisis ekologis bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan moral dan spiritual.”Sebagai tanggapan atas krisis yang sedang kita hadapi, Gereja mengajak seluruh umat dan semua elemen masyarakat melakukan pertobatan ekologis melalui berbagai aksi nyata merawat bumi dan memelihara keutuhan ciptaan.”

Selama sepekan, dari 10 hingga 16 Juli 2026, Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara telah mengunjungi enam paroki di Kevikepan Wae Nakeng. Ribuan umat menyambutnya dengan doa Rosario, perayaan Ekaristi, nyanyian pujian kepada Bunda Maria, serta ritus budaya khas Manggarai yang diperkaya busana adat dan tarian penyambutan.

Perjalanan ziarah ini akan berlanjut ke sembilan paroki di Kevikepan Pacar, kemudian mengunjungi dua belas paroki di Kevikepan Labuan Bajo, sebelum berakhir di Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo pada 5 Agustus 2026.

Seluruh rangkaian ziarah akan mencapai puncaknya dalam Prosesi Akbar Festival Golo Koe pada 14 Agustus 2026. Ribuan peziarah akan mengarak Arca Bunda Maria dari Waterfront City menuju Bukit Golo Koe sebagai simbol perjalanan iman bersama menuju Gereja yang semakin sinodal, solid, solider, sekaligus semakin setia merawat keutuhan ciptaan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer