Di tengah hiruk-pikuk Kota Abadi, ratusan warga negara Indonesia berkumpul di Vatikan untuk merayakan Paskah, membawa pesan mendalam tentang harapan dan perdamaian bagi dunia yang tengah didera konflik.
Veritas Indonesia-ROMA, 12 April 2026-Di tengah situasi global yang diselimuti ketidakpastian akibat konflik di berbagai belahan dunia, sukacita Paskah menyapa komunitas Indonesia di Vatikan dengan pesan harapan yang kuat. Bertempat di KBRI Takhta Suci, sekitar 300 imam, biarawan-biarawati, serta kaum awam berkumpul dalam perayaan Paskah Bersama IRRIKA dan PODI tahun 2026.
“Sukacita Paskah bersama ini menjadi penanda bahwa harapan dan iman itu masih menyala. Itulah yang harus kita bawa ke tengah dunia saat ini,” ujar Ketua Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA), Romo Albertus Gatot Hendrasto, Minggu (12/4/2026).
Romo Gatot menekankan bahwa perayaan tahun ini mengusung empati mendalam terhadap situasi perang di Timur Tengah serta berbagai keprihatinan di tanah air. Dengan tema “Jadilah baru seluruh muka bumi” (Mazmur 104), perayaan ini menjadi momentum refleksi bagi umat untuk tetap menjadi pembawa damai di tengah dunia yang “sedang tidak baik-baik saja.”
Refleksi dan Kedamaian Batin
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Frans Xavier De Wago, OSB, atau yang akrab disapa Pater Iko, dengan didampingi 10 imam lainnya. Dalam khotbahnya, Pater Iko mengajak umat untuk merenungkan Paskah bukan sekadar sebagai penghapusan beban hidup, melainkan sebagai anugerah kedamaian yang menguatkan iman untuk memanggul salib sehari-hari.
“Kemampuan mencintai dan memaafkan adalah buah dari Roh Kudus yang membawa damai sejahtera,” tuturnya di hadapan jemaat yang khidmat.

Diplomasi dan Apresiasi 75 Tahun Hubungan RI-Vatikan
Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, selaku tuan rumah, memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif komunitas rohaniwan dalam mendukung berbagai agenda diplomasi. Kehadiran para pastor dan suster dinilai krusial dalam menyukseskan rangkaian Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Takhta Suci yang berlangsung sepanjang 2025 hingga awal 2026.
“Semua pekerjaan KBRI Vatikan—mulai dari audiensi khusus dengan Paus Leo XIV hingga peluncuran prangko bersama—tidak dapat terwujud tanpa partisipasi aktif para romo dan suster. Peran mereka membuat segalanya berjalan lancar,” ungkap Dubes Trias.
Senada dengan itu, Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, yang turut hadir bersama jajaran staf kedutaan, berharap nilai-nilai Paskah dapat menjadi pedoman perilaku lintas iman. “Semoga buah roh Paskah seperti kasih dan kesabaran memperkuat semangat gotong-royong dan kerukunan kita bersama,” ujar Dubes Junimart.

Sekilas Tentang IRRIKA dan PODI
Paguyuban IRRIKA sendiri memiliki sejarah panjang yang berakar sejak 13 Februari 1955, yang awalnya dipimpin oleh Romo Yustinus Darmojuwono (Kardinal pertama Indonesia). Organisasi ini merangkul para rohaniwan Indonesia yang tersebar di seluruh Italia. Sementara itu, PODI (Persekutuan Oikumene Indonesia di Italia) menjadi wadah bagi WNI non-rohaniwan, baik pekerja maupun pelajar, untuk tetap memelihara persekutuan iman di perantauan.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan syahdu saat seluruh hadirin menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki, sebuah pengingat akan cinta tanah air meski berada jauh di jantung kekatolikan dunia.







