Mgr. Maksimus Regus Buka Prosesi Agung Maria Assumpta, Awali Festival Golo Koe 2026

Lengkong Cepang, Manggarai Barat, Veritas Indonesia — Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, secara resmi membuka Prosesi Agung Maria Assumpta Nusantara di Paroki Santo Yosef Pekerja, Lengkong Cepang, Lembor Selatan, Jumat (10/7/2026). Prosesi ini menandai dimulainya rangkaian Festival Golo Koe 2026, yang kembali masuk dalam Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Selama hampir satu bulan, Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara akan berziarah mengunjungi puluhan paroki di Keuskupan Labuan Bajo sebelum tiba di Katedral Roh Kudus Labuan Bajo pada 5 Agustus. Puncak prosesi akan berlangsung pada 14 Agustus, sehari sebelum Perayaan Maria Diangkat ke Surga.

Bagi umat Katolik, prosesi ini bukan sekadar devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga ziarah iman yang mengajak seluruh umat berjalan bersama dalam semangat persaudaraan, harapan, dan kepedulian terhadap keutuhan ciptaan.

Disambut Hangat Keluarga Muslim

Suasana penuh persaudaraan tampak ketika Arca Bunda Maria memasuki Kampung Nanga Lili. Keluarga-keluarga Muslim setempat menyambut rombongan dengan tarian adat Manggarai sebagai ungkapan hormat dan sukacita.

Perjumpaan lintas agama tersebut menjadi simbol kuat harmoni sosial yang telah lama hidup di Manggarai Barat. Penyambutan ini sekaligus mencerminkan semangat Festival Golo Koe yang memadukan iman, budaya, dan persaudaraan dalam masyarakat yang majemuk.

Baca Juga Artikel:  Ulang Tahun ke-20 Caritas Indonesia: Menakar Asa Pertanian Organik dari Jantung Manggarai Barat

Setelah diterima secara adat oleh Kepala Desa Nanga Lili, arca kemudian diarak menuju Gereja Paroki Santo Yosef Pekerja. Ribuan umat mengikuti prosesi sambil mendaraskan doa Rosario dan menyanyikan lagu-lagu pujian. Setibanya di halaman gereja, arca disambut dengan pengalungan selendang songket sebelum ditakhtakan di dalam gereja.

Maria Selalu Membawa Sukacita Kristus

Perayaan Ekaristi pembukaan dipimpin oleh Mgr. Maksimus Regus bersama para imam Kuria Keuskupan Labuan Bajo, imam Kevikepan Wae Nakeng, serta para imam lainnya.

Dalam homilinya, Mgr. Maksimus mengajak umat memandang kunjungan Maria ke setiap keluarga dan paroki sebagai undangan untuk semakin mendekat kepada Yesus Kristus.

Mengacu pada kisah Maria mengunjungi Elisabet, Uskup menegaskan bahwa kehadiran Maria selalu menghadirkan sukacita Allah karena ia membawa Kristus. Karena itu, setiap orang Kristiani dipanggil menjadi pembawa harapan, sukacita, dan kasih dalam setiap perjumpaan.

Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe 2026, Rm. Ivan Selman, mengatakan bahwa Prosesi Agung Maria Assumpta merupakan bagian penting dari rangkaian festival. Sebelum umat berkumpul dalam perayaan puncak di Labuan Bajo, Bunda Maria terlebih dahulu “mengunjungi” setiap paroki sebagai lambang Gereja yang berjalan bersama seluruh umatnya.

Baca Juga Artikel:  "Amin! Setuju!" — Ketika Umat Bentengjawa Menjawab Panggilan Zaman

Mewakili umat tuan rumah, Fidelis Suirlan menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadi lokasi pembukaan prosesi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Uskup, para imam, panitia, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Pembukaan prosesi juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Plt. Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Camat Lembor Selatan, para kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin ekaristi pembukaan Prosesi Agung Maria Assumpta Nusantara di Paroki Santo Yosef Pekerja, Lengkong Cepang, Lembor Selatan.

Festival Iman dan Kepedulian Ekologis

Festival Golo Koe 2026 merupakan penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2022 dan tahun kedua di bawah koordinasi Keuskupan Labuan Bajo.

Mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan” dengan tagline “Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi,” festival tahun ini menekankan pentingnya pertobatan ekologis sebagai tanggapan atas krisis iklim dan kerusakan lingkungan.

Saat peluncuran festival pada 4 Juni lalu di Pantai Sudamala, Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerjemahkan kepedulian terhadap bumi dalam tindakan nyata demi merawat rumah bersama.

Pekan puncak Festival Golo Koe akan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 dengan berbagai kegiatan religius, budaya, ekonomi kreatif, sosial, dan lingkungan. Agenda tersebut meliputi pameran UMKM, karnaval budaya, pertunjukan Caci, Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara, Ekaristi Akbar, konser seni, hingga aksi penanaman pohon dan bersih-bersih lingkungan.

Baca Juga Artikel:  Paus Leo XIV: "Jika Kita Tidak Buta, Penderitaan Ada di Mana-Mana"

Masuknya Festival Golo Koe dalam daftar Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 kembali menegaskan bahwa Labuan Bajo tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan antara iman, budaya, dan persaudaraan.

Usai bermalam di Paroki Lengkong Cepang, Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara melanjutkan peziarahannya ke paroki-paroki di Kevikepan Wae Nakeng, Kevikepan Pacar, dan Kevikepan Labuan Bajo sebelum seluruh umat berhimpun dalam Prosesi Akbar pada puncak Festival Golo Koe 2026.

(Redaksi Veritas Indonesia, diolah dari siaran pers Keuskupan Labuan Bajo dan berbagai sumber.)


Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer