Menjawab Seruan Keadilan di Tanah Papua, Katolikana dan Veritas Indonesia Bedah Film “Pesta Babi”

Gereja Katolik senantiasa dipanggil untuk terus membaca tanda-tanda zaman. Saat ketidakadilan sosial, perampasan ruang hidup, dan luka mendalam yang dialami masyarakat adat hadir di depan mata, diam bukanlah sebuah pilihan. Merespons realitas ekologis dan kemanusiaan yang mendesak ini, Katolikana TV berkolaborasi dengan Veritas Indonesia bersiap menggelar live talkshow berskala nasional dan internasional yang tajam dan menggugah, bertajuk “Di Mana Kita dalam Film Pesta Babi?”.

Film dokumenter Pesta Babi belakangan ini menyeruak sebagai sebuah karya visual yang mengoyak kesunyian, membuka ruang refleksi kritis tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Tanah Papua. Film tersebut memotret secara gamblang realitas pahit bagaimana deru pembangunan sering kali menabrak batas-batas ekologi dan secara sistematis membungkam suara-suara masyarakat adat, yang sejatinya adalah penjaga paling sah atas ruang hidup dan warisan leluhur mereka.

Melalui diskusi terbuka ini, pihak penyelenggara mengajak publik luas untuk membedah pesan fundamental apa yang sebenarnya hendak disuarakan oleh film tersebut. Diskusi ini dirancang untuk menelaah secara mendalam bagaimana Gereja Katolik memaknai realitas Papua saat ini dalam terang iman, ajaran keadilan sosial, dan semangat menjaga bumi rumah bersama melalui ensiklik Laudato Si’. Lebih dari itu, acara ini akan mempertanyakan secara reflektif di mana sebenarnya posisi kita, sebagai umat Katolik, insan media, dan sesama warga bangsa, saat saudara-saudari kita kehilangan tanah dan hak-hak asasinya.

Untuk mengupas tuntas rentetan kegelisahan tersebut, talkshow ini tidak tanggung-tanggung menghadirkan tiga narasumber utama yang terjun langsung dan memahami denyut nadi pergumulan ini. Cypri Paju Dale, selaku Sutradara Film Dokumenter Pesta Babi, akan hadir membagikan proses kreatif, tantangan, dan realitas lapangan tak tersaring di balik lensa kameranya. Dari sudut pandang Gereja, RD. Marthen L.P. Jenarut yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau Konferensi Waligereja Indonesia (KKP-PMP KWI) akan memberikan tinjauan teologis serta bagaimana sikap pastoral ideal yang semestinya diambil. Tak kalah penting, hadir pula Fransiska Gondro Mahuze, seorang Aktivis dan Perempuan Marind Merauke, yang akan menyuarakan langsung jeritan hati, realitas keseharian, serta perjuangan riil masyarakat adat setempat dalam mempertahankan hidup mereka.

Jalannya acara akan dipandu secara interaktif dan dinamis oleh para host yang kritis namun tetap empatik, yakni Lukas dari Katolikana, bersama dengan Lisa dan Pater Kasmir, SVD yang mewakili Veritas Indonesia.

Perwakilan penyelenggara menegaskan bahwa suara masyarakat adat adalah elemen yang wajib didengarkan, bukan disingkirkan, dalam setiap narasi dan proyek pembangunan. Keterlibatan publik untuk berani menyimak, berupaya memahami, serta aktif berdiskusi adalah langkah awal yang amat krusial menuju terciptanya keadilan dan perdamaian sejati di Tanah Papua. Oleh karena itu, kehadiran dari setiap elemen masyarakat menjadi sangat penting.

Seluruh umat Katolik, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), pemerhati isu lingkungan, jurnalis, mahasiswa, hingga masyarakat umum sangat didorong untuk meluangkan waktu menyaksikan dan berpartisipasi meramaikan ruang dialog ini. Acara dialog penting ini akan disiarkan secara langsung pada hari Jumat, 29 Mei 2026, mulai pukul 20.00 WIB, yang juga bertepatan dengan pukul 21.00 WITA, 22.00 WIT, dan 15.00 waktu Roma. Publik dapat mengikuti jalannya diskusi secara live dari mana saja melalui saluran YouTube resmi Katolikana (youtube.com/@Katolikana) maupun saluran YouTube Veritas Indonesia (youtube.com/@VeritasIndonesiaMediaKatolik).

Mari hadir, berikan telinga untuk mendengarkan, dan temukan di mana posisi kita berpijak dalam sejarah ini.

Tonton Siaran Langsungnya di Sini:

Maria Frani Ayu Andari Dias
Maria Frani Ayu Andari Diashttps://www.veritasindonesia.id/
Editor Content di Veritas Indonesia, Penulis dan Pengajar Ilmu Keperawatan Jiwa di Institut Kesehatan Suaka Insan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer