Imam yang juga jurnalis 

Pater Dr. Eduardus Dosi, SVD, adalah imam, jurnalis, dan akademisi yang telah mengabdikan hidupnya bagi Gereja dan dunia komunikasi. Dalam refleksi ini, Dion Db. Putra, Ketua Redaksi Pos Kupang, mengenang sosok yang menginspirasinya sejak remaja hingga menekuni dunia jurnalistik. Sebuah kesaksian tentang iman, panggilan, dan karya yang menginspirasi lintas generasi.

Oleh Dion Db. Putra*


Saya  masih mengenakan seragam putih abu-abu tatkala beliau ditahbiskan menjadi imam Katolik puluhan tahun lalu. 

Warta penahbisannya telah menyebar luas di kota bersejarah Ende di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kira-kira sebulan sebelum tanggal 26 Oktober 1986. 

Kabar sukacita itu pun sampai juga di telinga kami, pelajar SMA Negeri Ende (kini SMAN 1 Ende) di Jalan Wirajaya. 

Saya baru kelas II. Remaja dari kampung di timur Lio yang tipis tipis mulai mengenal cinta monyet. 

“Diakon Edu Dosi akan ditahbiskan di Nangapanda minggu depan, mari kita doakan semoga seluruh rangkaian acara tahbisan berjalan lancar,” demikian ajakan guru agama Katolik di SMAN Ende. 

Nangapanda itu berjarak 28 kilometer arah barat Kota Ende. Kota kecamatan yang mungil di pesisir selatan Flores, berpayungkan nyiur melambai dan diapit sungai kecil yang airnya jernih mengalir sampai jauh. 

Baca Juga Artikel:  Puncak Tahbisan 16 Diakon Baru Seminari Tinggi Ritapiret Siap Digelar 11 Juni Mendatang

Tibalah hari itu, Minggu 26 Oktober 1986. Diakon Eduardus Dosi, SVD ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Larantuka, Mgr. Darius Nggawa, SVD di halaman SDK Nangapanda. 

Tidak hanya peristiwa iman, tahbisan Pater Edu Dosi menjadi perayaan sukacita bagi umat Katolik di Nangapanda, Ende, Sikka, Nagekeo, Ngada, dan sekitarnya. 

Empat Puluh Tahun Imamat, Jejak Inspirasi Seorang Imam-Jurnalis

Tak terasa waktu berlalu. Kemarin, 26 Oktober 2026, Pastor Edu Dosi, SVD merayakan pancawindu imamatnya. Perjalanan panjang selama 40 tahun. Luar biasa! Proficiat Pater Dr. Eduardus Dosi, SVD, M.Si. 

Pastor Eduardus Dosi adalah imam yang juga jurnalis. Beliau merupakan satu di antara sedikit tokoh yang menginspirasi saya sejak remaja hingga akhirnya memilih jalan jurnalisme sampai hari ini. 

Awal mula saya mengenal beliau melalui tulisan-tulisannya di majalah Dian kemdian berubah jadi Surat Kabar Mingguan (SKM) Dian. 

Ayahku berlangganan majalah yang diterbitkan tarekat Societas Verbi Divini SVD) atau Serikat Sabda Allah di Kota Ende tersebut. 

Tulisan Pater Edu Dosi sangat khas. Mengalir, tajam dan tak luput dari canda dan sentilan segar. 

Baca Juga Artikel:  Intensi Doa Paus Bulan Desember: "Bagi Umat Kristen di Wilayah Konflik"

Ya, kurang lebih mirip dengan caranya membawakan khotbah. Pasti ada cerita lucu yang mengajak umatnya untuk refleksi atau introspeksi. 

Cukup lama Pater Edu Dosi menjalani perutusan di media massa yang hadir sejak 24 Oktober 1973 tersebut. Moto Dian sungguh kuat tertanam di benak kami sampai detik ini: Membangun Manusia Pembangun. 

Majalah Dian dan Kunang-kunang adalah perintis media komunikasi massa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari Rahim Dian dan Kunang-kunang, telah lahir banyak wartawan terkemuka yang berkontribusi bagi bangsa dan negara ini. 

Sebelum bergabung dengan Harian Pos Kupang 1 Desember 1992, saya sempat menjadi semacam kontributor mingguan Dian di Kota Kupang yang dipimpin abang Pius Rengka. 

Setelah dari Dian, Pater Edu pindah ke Pulau Timor, menjalani karya misinya sebagai dosen komunikasi di Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang. 

Dari jurnalis menjadi akademisi Komunikasi

Pastor kelahiran Ende, 31 Desember 1956 merupakan alumni SD Katolik Nangapanda, Ende (lulus 1970), SMP Seminari St. Yohanes Berchmans, Mataloko (tamat 1973), SMA Seminari St. Yohanes Berchmans, Mataloko (tamat 1976) dan Sekolah Tinggi Filsafat-Teologi (STFT) Ledalero tahun 1985. 

Baca Juga Artikel:  Dari AKB48 ke Nazaret: Seni Menemukan Panggungmu Sendiri

Pater Edu Dosi meraih gelar magister Ilmu Sosial / Manajemen Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta tahun 1998. Gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari universitas yang sama diraihnya pada tahun 2010. 

Beliau termasuk tokoh yang merintis program studi Ilmu Komunikasi di Unwira Kupang dan menjadi pengajar di sana. Beliau seorang pakar di bidang komunikasi. Juga imam yang rendah hati, setia dan teguh menjalani panggilan. 

Sampai saat ini Pater Edu Dosi aktif menulis berbagai karya ilmiah, buku, dan artikel populer untuk konsumsi pembaca media massa cetak maupun online.

“Dion, nanti saya kirim satu tulisan opini untuk Pos Kupang,” demikin antara lain pesan singkat via WA kalau beliau sedang menyiapkan naskah artikelnya. 

Ada satu kesamaan antara saya dan Pater Edu. Kami punya nama yang sama yaitu Dosi. Kami bukan saudara kandung tapi saudara dalam iman dan sesama ciptaanNya. 

Pater Edu, sekali lagi terima kasih atas kesaksian hidup Pater yang menginspirasi saya, dan tentu tak terhitung banyaknya murid-murid dan umatmu di manapun mereka berada. Tetap sehat dan bahagia selalu.

*Penulis: Ketua Redaksi Pos Kupang.


Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. 

Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia).

Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer