Paus Tekankan Solidaritas pada Hari Perempuan Internasional

Vatikan – 8 Maret 2026 (Veritas Indonesia) – Paus Leo XIV menegaskan pentingnya solidaritas dan pengakuan terhadap martabat yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret.

Saat memimpin doa Angelus Minggu di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, di hadapan sekitar lima belas ribu peziarah dan pengunjung, Paus mengajak umat beriman untuk memperbarui komitmen dalam menghargai martabat yang sama antara pria dan wanita.

“Marilah kita memperbarui komitmen kita untuk mengakui martabat yang setara antara laki-laki dan perempuan,” ujar Paus Leo XIV. Ia menegaskan bahwa bagi umat Kristiani, prinsip tersebut berakar kuat dalam Injil.

Namun, Paus juga menyoroti kenyataan bahwa hingga kini masih banyak perempuan yang mengalami diskriminasi sejak masa kanak-kanak serta menjadi korban berbagai bentuk kekerasan.

“Kepada mereka, secara khusus, saya menyampaikan solidaritas dan doa saya,” katanya.

Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tahun pada 8 Maret untuk menghargai pencapaian perempuan di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik, sekaligus mengingatkan dunia akan pentingnya upaya berkelanjutan dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Kekerasan terhadap Perempuan Tidak Boleh Diabaikan

Dalam edisi Maret majalah Piazza San Pietro yang terbit pada 8 Maret, Paus Leo XIV juga menanggapi surat dari seorang pembaca bernama Giovanna di Roma yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan, bahkan hingga pembunuhan.

Dalam suratnya, Giovanna mempertanyakan mengapa hubungan yang seharusnya dilandasi cinta justru dapat berubah menjadi perangkap yang berujung pada kekerasan. Ia menyoroti kasus-kasus di mana perempuan menjadi korban kekerasan dari pria yang mengaku mencintai mereka.

Menanggapi hal itu, Paus Leo XIV mengungkapkan “penderitaan yang besar” atas realitas kekerasan dalam relasi, khususnya terhadap perempuan. Ia mengutip ajaran Paus Yohanes Paulus II tentang “kejeniusan perempuan” (feminine genius), yang menurutnya perlu semakin dihargai di tengah dunia yang kerap dipengaruhi pola pikir kekerasan.

“Perempuan adalah pelaku utama dan pencipta budaya kepedulian serta persaudaraan yang sangat diperlukan untuk memberikan masa depan dan martabat bagi seluruh umat manusia,” kata Paus.

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan tidak boleh diremehkan dan harus dilaporkan tanpa rasa takut, bahkan ketika ada pihak yang mencoba menutupinya.

“Setiap bentuk kekerasan adalah batas yang memisahkan peradaban dari kebiadaban,” tegasnya.

Pendidikan untuk Membangun Budaya Hormat

Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya pendidikan sejak dini untuk menumbuhkan budaya saling menghormati. Ia menyambut baik gagasan kerja sama antara sekolah dan Gereja dalam mendidik generasi muda agar menghargai martabat setiap pribadi manusia.

Menurutnya, keluarga, sekolah, paroki, gerakan Gereja, kongregasi religius, dan lembaga publik perlu bekerja bersama mengembangkan program konkret untuk mencegah serta menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

“Kita harus menghapus kekerasan ini dan membentuk pola pikir yang baru. Kita harus menjadi pribadi-pribadi damai yang peduli terhadap semua orang,” ujarnya.

Kepemimpinan Perempuan bagi Perdamaian Dunia

Sementara itu, dalam sebuah konferensi di Roma pada 6 Maret, Kardinal George Jacob Koovakad menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan dan dialog budaya sangat penting untuk membangun jembatan perdamaian di dunia yang tengah dilanda konflik.

Prefek Dikasteri untuk Dialog Antaragama itu menilai perempuan sering menghadirkan kualitas kepemimpinan yang khas, seperti empati, ketangguhan, dan kemampuan membangun kembali relasi yang rusak.

Tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah, seperti Catherine of Siena, Eleanor Roosevelt, dan Wangari Maathai, menunjukkan peran penting perempuan dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan.

Menurut Kardinal Koovakad, memajukan kepemimpinan perempuan bukan hanya soal keadilan, tetapi juga menjadi jaminan bagi masa depan umat manusia.

“Membangun masa depan yang damai dan bersaudara membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak,” ujarnya.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer