web page hit counter
back to top
Thursday, January 8, 2026

Vatikan Umumkan Rangkaian Penutupan Pintu Suci: Akhir Bersejarah bagi ‘Yubileum Dua Paus’

ROMA — 20 Desember, Veritas Indonesia- Takhta Suci Vatikan secara resmi telah merilis jadwal dan detail liturgi untuk penutupan Pintu Suci (Porta Santa) di empat Basilika Kepausan utama di Roma.

Pengumuman ini menandai tahap akhi dari Tahun Suci 2025, sebuah perjalanan spiritual yang penuh warna dan emosi bagi umat Katolik sedunia, termasuk ribuan peziarah asal Indonesia yang turut memadati Kota Abadi sepanjang tahun ini.

Tahun Suci “Peziarah Harapan” (Pilgrims of Hope) ini akan tercatat dalam sejarah sebagai “Yubileum Dua Paus.”Dibuka oleh mendiang Paus Fransiskus, tahun suci ini kini akan ditutup di bawah kepemimpinan penggantinya, Paus Leo XIV.

Kehadiran Peziarah Indonesia

Sepanjang tahun 2025, bendera Merah Putih kerap terlihat di antara kerumunan peziarah yang mengantre di Lapangan Santo Petrus maupun basilika lainnya.

Ribuan umat Katolik dari berbagai keuskupan di Indonesia datang dalam kelompok paroki maupun keluarga untuk melintasi Pintu Suci.

Bagi umat Indonesia, momen ini menjadi semakin mengharukan karena mereka menjadi saksi transisi kepemimpinan gereja yang luar biasa di pusat kekatolikan dunia.

Rangkaian Jadwal Penutupan Pintu Suci

1. Basilika Santa Maria Maggiore (25 Desember 2025)

Siklus penutupan akan dimulai di Basilika Santa Maria Maggiore pada malam Hari Raya Natal. Lokasi ini memiliki makna mendalam karena menyimpan relikui Palungan Suci (Sacra Culla).

  • Makna: Menutup pintu pada hari kelahiran Kristus mengingatkan umat bahwa dasar iman adalah Allah yang menjadi manusia.

  • Penghormatan untuk Paus Fransiskus: Basilika ini adalah tempat favorit Paus Fransiskus semasa hidupnya, di mana ia telah berkunjung lebih dari 100 kali ke hadapan ikon Salus Populi Romani. Sejak wafatnya pada 21 April 2025, jutaan peziarah, termasuk dari Indonesia, datang ke sini khusus untuk berdoa di makamnya yang terletak di basilika ini.

  • Ritus: Upacara akan dipimpin oleh Kardinal Rolandas Makrickas pada pukul 17.00 waktu setempat.

2. Basilika San Giovanni in Laterano (27 Desember 2025)

Pada hari Sabtu, 27 Desember, fokus akan beralih ke Katedral Roma, Basilika Santo Yohanes Lateran. Sebagai basilika pertama dalam sejarah yang memiliki Pintu Suci (sejak tahun 1423), penutupannya melambangkan kembalinya tradisi Yubileum ke akar asalnya.

Pintu perunggu yang ada saat ini, sebuah karya agung dari Floriano Bodini yang menampilkan Bunda Maria dan Kanak-kanak Yesus yang menggapai Salib, telah menjadi tujuan utama bagi Gereja lokal di Roma.

Kardinal Baldo Reina, Vikaris Jenderal Roma, akan memimpin ritus pada pukul 11.00 waktu setempat, sebagai penghormatan bagi ribuan paroki di Roma yang telah menjadikan ‘Ibu dari semua Gereja’ ini sebagai pusat perjalanan spiritual mereka sepanjang tahun ini.

3. Basilika Santo Paulus di Luar Tembok (28 Desember 2025)

Rangkaian penutupan akhir pekan ini akan berakhir pada hari Minggu, 28 Desember, di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Kardinal J.M. Harvey akan memimpin Misa pada pukul 10.00 waktu setempat sekaligus ritus penyegelan pintu tersebut.

Berbeda dengan upacara di basilika lain yang memerlukan sistem tiket yang ketat, Basilika Santo Paulus mengundang umat beriman untuk mengikuti ritus ini secara bebas.

Hal ini menekankan semangat inklusif dari misi Santo Paulus. Momen ini menandai akhir dari tahun di mana sang ‘Rasul Besar’ telah menyaksikan jutaan pencari Tuhan datang untuk menemukan kekuatan dalam kesaksian Injil mereka.

4. Puncak Penutupan: Basilika Santo Petrus (6 Januari 2026)

Penutupan akhir dari seluruh Tahun Suci akan terjadi pada Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) di Basilika Santo Petrus.

  • Pemimpin Ritus: Upacara akan dipimpin langsung oleh Paus Leo XIV.

  • Prosedur Tradisional: Panel perunggu Pintu Suci akan ditutup, dan secara simbolis sebuah dinding batu bata akan dibangun kembali di sisi dalam pintu tersebut. Di dalamnya akan diletakkan dokumen resmi dan medali peringatan yang kini mencantumkan nama dua Paus yang berbeda—sebuah peristiwa langka yang terakhir kali terjadi pada Yubileum tahun 1700.

Warisan Harapan yang Tak Kunjung Padam

Meskipun Pintu Suci secara fisik akan segera ditutup dan tidak akan dibuka kembali hingga Yubileum Biasa tahun 2050, pesan dari Roma tetap sama bagi seluruh umat.

Yubileum 2025, yang dimulai dengan Bulla Spes non confundit oleh Paus Fransiskus, mengajarkan bahwa meskipun masa kepemimpinan manusia berakhir, “Pintu” yang adalah Kristus sendiri akan selalu terbuka bagi dunia.

Bagi umat Katolik Indonesia yang telah kembali ke tanah air, pengalaman melintasi Pintu Suci ini diharapkan membawa pembaruan hati dan semangat untuk menjadi saksi kasih di tengah masyarakat.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer