Menangkal Krisis ‘Burnout’ Tenaga Kesehatan dari Hulunya di IKes Suaka Insan

Di tengah bayang-bayang krisis kelelahan mental (burnout) yang melanda sistem layanan kesehatan global, Institut Kesehatan (IKes) Suaka Insan mengambil langkah proaktif yang tak biasa: memulihkan ekosistem pendidikannya sendiri dengan merawat kesejahteraan spiritual seluruh staf dari dosen hingga tenaga kebersihan tanpa memandang hierarki.


Banjarmasin-Veritas Indonesia. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, Biro Campus Ministry IKes Suaka Insan secara resmi menggelar kegiatan bertajuk “Rekoleksi Spiritual Development”. Bertempat di Maria Goretti Hall, Gedung Paulus Lantai 3, kegiatan yang mengundang seluruh pegawai ini dirancang menjadi oase penyejuk di tengah rutinitas akademik. Dipandu oleh narasumber Romo Hery Berthus Managamtua Simbolon, SJ, yang akrab disapa Pastor Agam, retret ini menyasar para pendidik dan staf operasional yang setiap hari bekerja keras mencetak tenaga kesehatan masa depan. Inisiatif penting ini juga diketahui dan didukung penuh oleh Rektor IKes Suaka Insan, Sr. Imelda Ingir, SPC, MHA., Ph.D.

Kekuatan utama dari program ini terletak pada pendekatan inklusifnya yang secara sengaja mendobrak sekat hierarki institusional. Retret ini tidak hanya merangkul pimpinan akademik dan dosen, tetapi juga mengundang elemen esensial non-pengajar. Dengan menyadari bahwa setiap individu memegang peranan krusial, IKes Suaka Insan memastikan bahwa kesejahteraan mental bukanlah hak istimewa kalangan tertentu, melainkan realitas kolektif seluruh warga kampus.

Bapak Ahmad Ridhani (berdiri, tengah) menyampaikan refleksinya di hadapan para peserta retret dari berbagai divisi yang duduk melingkar bersama. Pendekatan inklusif yang melibatkan seluruh lapisan staf kampus tanpa memandang jabatan ini menjadi kunci dalam membangun ekosistem layanan yang berkesadaran dan penuh welas asih dari dalam institusi.

Sepanjang hari, Pastor Agam membimbing para peserta melalui rangkaian refleksi dinamis yang terstruktur. Sesi rekoleksi pembuka berlangsung khidmat dari pukul 08.30 hingga 11.30 WITA di bawah koordinasi Sr. Maria Regina Djogo, SPC. Sesi ini memungkinkan peserta untuk mengurai benang kusut stres harian dan terhubung kembali dengan motivasi dasar mereka dalam bekerja.

Baca Juga Artikel:  To the Ends of the River: A Mission of Hope in Flooded Borneo

“Setiap orang dipanggil untuk menjadi sesuatu, untuk menyelesaikan misinya masing-masing, yang diwujudkan melalui pelayanan mereka di Institut Kesehatan Suaka Insan,” tegas Sr. Maria Regina Djogo, SPC, Kepala Campus Ministry. Pesan ini menggarisbawahi sebuah kebenaran fundamental: pendidikan dan layanan kesehatan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup.

Selain sebagai ruang hening, hari refleksi tersebut dirangkai secara apik dengan apresiasi dedikasi melalui acara Purna Tugas Bapak Warjiman, yang resmi mengakhiri masa baktinya sebagai Pegawai Yayasan Suaka Insan Suster-Suster Santo Paulus dari Chartres. Sesi ramah tamah dan jamuan makan siang bersama untuk melepas purnatugas ini dikoordinasikan oleh Ibu Lanawati, berlangsung hangat pada pukul 11.30 hingga 13.00 WITA.

Usai jeda siang, peserta kembali menyelami sesi rekoleksi lanjutan hingga pukul 15.00 WITA. Sebagai puncak dari rangkaian pembaruan batin tersebut, seluruh pegawai mengikuti perayaan Misa dari pukul 15.00 hingga 16.00 WITA, yang juga dikoordinasikan oleh Sr. Maria Regina Djogo, SPC. Para peserta meninggalkan ruangan dengan membawa transformasi batin dan rasa solidaritas yang baru.

Ibu Lanawati (berdiri) tampak ceria saat memandu salah satu sesi kebersamaan dalam rangkaian “Rekoleksi Spiritual Development” di Maria Goretti Hall, IKes Suaka Insan, Banjarmasin, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang aman dan hangat bagi para pendidik maupun staf operasional untuk saling berbagi, tertawa, dan mengurai penat.

Langkah lokal IKes Suaka Insan ini sejatinya merespons langsung kegelisahan global yang tengah disoroti oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Melalui penempatan kesejahteraan holistik staf sebagai prioritas utama, IKes Suaka Insan membuktikan komitmennya dalam membangun komunitas akademik yang tangguh. Institusi ini memastikan bahwa para lulusannya kelak dibentuk oleh ekosistem yang tidak hanya mumpuni secara klinis, tetapi juga memiliki kedalaman empati dan welas asih.

Baca Juga Artikel:  Rapa Nui: Pulau Katolik di Ujung Dunia

Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. 

Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia).

Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

Maria Frani Ayu Andari Dias
Maria Frani Ayu Andari Diashttps://www.veritasindonesia.id/
Editor Content di Veritas Indonesia, Penulis dan Pengajar Ilmu Keperawatan Jiwa di Institut Kesehatan Suaka Insan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer