Bayangkan sebuah sentuhan sederhana yang begitu penuh kuasa, di mana kerinduan terdalam untuk sembuh akhirnya bertemu dengan sumber segala pemulihan sejati, seperti yang dikisahkan dalam Injil: “Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.” (Luk 6:19).
Penulis: Albert Santoso
Sewaktu masih kecil, daya tahan tubuh saya sangat lemah sehingga rangkaian penyakit seakan tak henti mendera dalam waktu yang berdekatan. Akibatnya, rumah sakit dan ruang praktik dokter menjadi tempat yang harus sering saya kunjungi demi mencari kesembuhan. Sayangnya, menemukan dokter yang tepat ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Tidak semua keluhan dapat ditangani oleh satu orang dokter saja, sehingga saya harus berkonsultasi dengan beberapa spesialis untuk mengobati penyakit yang silih berganti.
Hingga akhirnya, beberapa waktu kemudian, saya menemukan seorang dokter yang sangat cocok dengan saya. Bukan sekadar karena kepiawaiannya meracik obat yang menyembuhkan, tetapi dokter itu seolah sangat mengenal saya secara personal. Beliau begitu ramah, meluangkan waktu untuk mengobrol, serta bersedia mendengarkan dan merespons setiap keluh kesah saya dengan penuh empati.
Kecocokan yang mendalam itu membuat saya selalu merasa senang dan menantikan jadwal kunjungan ke kliniknya. Efeknya sungguh luar biasa; setiap kali dalam perjalanan menuju tempat praktiknya, saya sudah merasa jauh lebih sehat dan segar bugar, padahal saya belum menerima penanganan medis apa pun.
Pengalaman masa kecil ini menyadarkan saya pada sebuah kebenaran spiritual yang berharga. Sama halnya ketika kita mulai “menjamah” atau membangun relasi yang intim dengan Tuhan. Beban seberat apa pun yang sedang menghimpit akan terasa lebih ringan dan jalan keluar pun mulai terlihat. Melalui ketekunan dalam doa dan perenungan Firman-Nya, kita membiarkan Roh Kudus membimbing langkah kita untuk mengambil keputusan yang paling tepat dan selaras dengan kehendak-Nya.
Kita dapat bernapas lega karena menyadari bahwa Tuhan adalah Pribadi yang paling mengerti tentang diri kita. Berkat kasih-Nya yang tak terhingga, Ia tidak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya jatuh tergeletak begitu saja.
Kini, sebuah refleksi bagi kita bersama: Di tengah hiruk-pikuk masalah dan beban kehidupan ini, sudahkah kita sungguh-sungguh datang dan menjamah Dia?
Doa:
Ya Tuhan, kami mengucap syukur dan berterima kasih kepada-Mu karena Engkau selalu mengasihi kami, manusia, dari awal sampai akhir. Ampunilah kami, ya Tuhan, jika selama ini kami kurang menjaga relasi dengan Engkau, baik melalui doa maupun pembacaan Kitab Suci. Ampuni juga kami yang lebih sering mengandalkan kekuatan kami sendiri daripada mengandalkan-Mu. Ajarilah kami untuk selalu terhubung dengan-Mu agar kehidupan kami tetap dapat berbuah berkali-kali lipat. Amin.
Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.








