Merawat Bumi, Merawat Manusia: Integrasi Laudato Si’ dan Keperawatan

Ketika udara yang kita hirup berubah menjadi ancaman dan air yang kita minum tak lagi membawa kehidupan, sudah saatnya kita menyadari bahwa kesehatan manusia mustahil dipertahankan di atas bumi yang sedang sekarat.


Oleh: Lesta L. Simamora

Kesehatan kita memiliki ikatan tak terpisahkan dengan denyut nadi lingkungan tempat kita berpijak. Lingkungan yang lestari adalah fondasi kualitas hidup, sementara alam yang rusak adalah hulu dari berbagai bencana kesehatan. Dalam ensiklik Laudato Si’, Paus Fransiskus dengan tegas mengingatkan bahwa bumi adalah “rumah bersama” yang menuntut perawatan dari seluruh umat manusia. Merusak lingkungan bukan sekadar persoalan ekologi, melainkan tragedi kemanusiaan yang menghantam langsung jantung kesehatan, kesejahteraan, dan tatanan sosial masyarakat kita.

Pesan moral ini sejalan dengan paradigma keperawatan modern. Keperawatan tidak lagi memandang manusia sekadar sebagai entitas biologis, melainkan makhluk holistik yang dibentuk oleh interaksi aspek biologis, psikologis, sosial, spiritual, dan lingkungannya. Maka, merawat manusia berarti juga merawat lingkungannya. Realitasnya pahit: udara yang tercemar memicu lonjakan infeksi saluran pernapasan, sanitasi yang hancur menjadi ladang subur bagi penyakit diare, dan lingkungan yang tidak aman bahkan menggerus kesehatan mental masyarakat.

Kesadaran bahwa lingkungan sehat adalah prasyarat kehidupan yang layak sebenarnya telah mengakar dalam konstitusi kita. Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 mengamanatkan hak setiap orang atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Komitmen ini dipertegas oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Undang-undang terakhir ini secara khusus menitikberatkan pentingnya upaya promotif dan preventif melalui penciptaan lingkungan sehat sebagai pilar utama peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam lanskap inilah, refleksi Laudato Si’ memberikan nyawa baru bagi profesi keperawatan. Perawat tidak boleh lagi terjebak hanya pada rutinitas tindakan kuratif di ruang-ruang klinik. Ada panggilan yang lebih besar: tanggung jawab dalam upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat. Perawat harus berdiri di garis depan untuk mengedukasi warga tentang urgensi kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang bijak, pelestarian sumber air, dan internalisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Peran ini adalah manifestasi sejati dari kepedulian terhadap kehidupan.

Kita harus ingat, ketika krisis lingkungan terjadi, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang berada di garis kemiskinan, selalu menjadi korban pertama dan paling menderita. Ini membuktikan bahwa krisis lingkungan adalah krisis keadilan sosial. Menjaga kelestarian alam bukanlah tugas eksklusif pemerintah, melainkan panggilan nurani seluruh elemen masyarakat, terutama tenaga kesehatan yang telah bersumpah untuk melindungi kehidupan.

Pada akhirnya, refleksi Laudato Si’ dan kerangka hukum Indonesia mengukuhkan satu kebenaran dalam paradigma keperawatan: lingkungan yang sehat adalah hak asasi yang menuntut tanggung jawab kolektif. Perawat memiliki posisi strategis untuk mengubah kesadaran masyarakat. Menjaga bumi bukan sekadar tentang menyelamatkan alam; ini adalah upaya paling mendasar untuk menyelamatkan manusia dan menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.


Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

Maria Frani Ayu Andari Dias
Maria Frani Ayu Andari Diashttps://www.veritasindonesia.id/
Editor Content di Veritas Indonesia, Penulis dan Pengajar Ilmu Keperawatan Jiwa di Institut Kesehatan Suaka Insan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer