web page hit counter
back to top
Tuesday, February 3, 2026

Empat Diakon OCD Ditahbiskan, Pelayanan Harus Berakar pada Doa

Sleman, DIY – Veritas Indonesia- Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD) Indonesia menggelar perayaan syukur atas tahbisan empat diakon di Biara OCD Indonesia, Gadingan, Sleman, Yogyakarta, Senin (26/1/2026). Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut tidak menghalangi ratusan umat dan undangan untuk hadir dan bersyukur bersama.

Hadir dalam perayaan ini umat Katolik setempat, para mitra OCD, komunitas masyarakat NTT di Yogyakarta, serta para suster dari berbagai kongregasi. Suasana doa dan sukacita terasa kuat, mengiringi langkah para calon pelayan Gereja.

Keempat frater yang ditahbiskan menjadi diakon adalah Fr. Yanuarius Mere OCD, Fr. Silvester Deu OCD, Fr. Ferdianus Son OCD, dan Fr. Fortunatus Nikolaus Laku OCD. Mereka ditahbiskan oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, di Kapel Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan pada hari yang sama.

Dalam homilinya, Mgr. Rubiyatmoko menegaskan bahwa tahbisan diakon bukanlah pencapaian pribadi, bukan pula keberhasilan akademik atau jenjang karier. Tahbisan adalah perayaan kesetiaan Allah yang terus memanggil dan mengutus pelayan-Nya di tengah Gereja.

“Yang kita rayakan hari ini adalah kesetiaan Allah yang terus bekerja dalam Gereja-Nya,” tegas Uskup Agung Semarang itu.

Ia mengingatkan bahwa panggilan menjadi diakon tidak lahir dari kehebatan pribadi, melainkan dari kasih Allah yang lebih dahulu memanggil. Karena itu, yang terpenting bukanlah apa yang akan dilakukan, melainkan siapa yang diwakili. “Kalian mewakili Kristus Sang Hamba. Menjadi diakon berarti berkata setiap hari: aku diutus bukan untuk diriku sendiri, tetapi untuk Gereja dan umat,” ujarnya.

Mgr. Rubiyatmoko juga menekankan bahwa diakon bukanlah sebuah jabatan, melainkan sikap hidup. Diakonia berarti pelayanan. Tugas diakon tidak hanya berkaitan dengan liturgi, tetapi juga kesiapsediaan batin untuk melayani Sabda, altar, serta mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir.

Pelayanan sejati, lanjutnya, tidak lahir dari kewenangan, melainkan dari kerendahan hati. Pelayanan menuntut waktu, tenaga, pikiran, bahkan perasaan. Namun semua itu harus berakar pada doa. “Tanpa kehidupan doa yang mendalam, pelayanan akan menjadi kering dan melelahkan. Doa bukan pelengkap, melainkan napas hidup pelayanan,” tegasnya.

Di akhir homili, para diakon baru diajak untuk setia dalam perkara-perkara kecil. Kesetiaan pada doa harian, tugas sederhana, kesediaan mendengarkan umat, serta hidup dalam kesunyian dan ketekunan menjadi sekolah terbaik bagi seorang pelayan Tuhan. Semua itu, katanya, berpijak pada teladan Maria, Bunda Gereja.

Sementara itu, dalam perayaan syukur di Biara OCD Indonesia, anggota Dewan Komisariat OCD Indonesia, Rm. Irminus Liko OCD, mengingatkan bahwa tahbisan diakon tidak mengubah hakikat kemanusiaan seseorang. Seorang diakon tetaplah manusia dengan segala kekuatan dan kelemahannya.

“Kalau setelah ditahbiskan lalu cara berjalan atau cara berbicara berubah, itu justru perlu dipertanyakan,” ujarnya. Menjadi diakon bukan soal tampil berbeda, melainkan tetap menjadi diri sendiri yang siap melayani dengan tulus. “Yang berubah adalah kesediaan untuk menyerahkan diri sepenuhnya bagi pelayanan Gereja,” tegasnya.

Perayaan syukur ini menjadi kesaksian bahwa panggilan hidup bakti dan pelayanan dalam Gereja terus bertumbuh. Di tengah tantangan zaman, OCD Indonesia menegaskan kembali bahwa pelayanan sejati hanya dapat bertahan bila berakar kuat pada doa dan kesetiaan kepada Kristus Sang Hamba.

Sekilas tentang OCD
OCD (Ordo Carmelitarum Discalceatorum) atau Ordo Karmel Tak Berkasut adalah tarekat religius Katolik yang menekankan hidup doa, kontemplasi, kesederhanaan, dan persaudaraan.

Direformasi pada abad ke-16 oleh Santa Teresa dari Yesus dan Santo Yohanes dari Salib, OCD melayani Gereja melalui pembinaan rohani, pendidikan, dan kesaksian hidup doa, dengan devosi kuat kepada Maria, Bunda Gunung Karmel.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer