Mengawali tahun 2026, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) tidak hanya memperkuat jejaring intelektual, tetapi juga turun tangan merawat sisi kemanusiaan melalui serangkaian aksi nyata di Jawa Timur.
Surabaya, 24 Januari 2026-Veritas Indonesia. Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung martabat kemanusiaan melalui rangkaian kegiatan sosial dan konsolidasi organisasi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (24/1). Kegiatan ini menjadi manifestasi nyata tema kepengurusan ISKA periode ini, yakni “Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan”.
Rangkaian kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara PP ISKA dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ISKA Surabaya ini dipimpin langsung oleh Ketua Presidium PP ISKA, Ir. Luky A. Yusgiantoro, M.Sc., M.Spec., Ph.D. Rombongan terdiri dari jajaran Presidium Pusat, para Kepala Departemen, Kesekjenan, Bendahara, serta perwakilan DPD ISKA DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Dialog Strategis dengan Uskup Surabaya
Puncak agenda kunjungan ini ditutup dengan audiensi strategis bersama Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, di Gedung Katedral Surabaya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di ruang pertemuan lantai 2 tersebut, Mgr. Agustinus atau yang akrab disapa Romo Didik, menekankan pentingnya redefinisi peran organisasi cendekiawan Katolik.
“Keberadaan PP ISKA mesti membawa dampak bagi kebaikan bersama (pro bono publico). Kehadiran ISKA harus terlihat dan dirasakan, mulai dari tingkat pusat hingga ke level lokal seperti paroki dan kecamatan,” tegas Mgr. Agustinus.
Uskup Surabaya juga menyoroti peran intelektual ISKA dalam menjernihkan persoalan sosial di tengah masyarakat. Ia mendorong proses rekrutmen anggota yang lebih strategis guna menjaring sumber daya manusia yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum PP ISKA, Luky A. Yusgiantoro, menyatakan kesiapannya untuk menajamkan orientasi gerak organisasi. “Kami membuka diri terhadap semua masukan konstruktif. Penguatan ISKA akan dilakukan menyeluruh, mencakup perluasan keanggotaan cendekiawan muda yang berkualitas, tidak hanya dari segi kuantitas,” ujar Luky.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PP ISKA, Dr. Ch. Arie Sulistiono, M.M., memohon dukungan moril dari Keuskupan untuk memfasilitasi inisiatif para sarjana di wilayah Jawa Timur yang ingin mendirikan cabang ISKA, mengingat saat ini baru terbentuk cabang di Surabaya, Malang, dan Banyuwangi.

Sentuhan Kasih di Panti Bhakti Luhur
Sebelum audiensi, rombongan ISKA terlebih dahulu melaksanakan aksi sosial di Yayasan Bhakti Luhur, Sidoarjo. Yayasan ini melayani lebih dari 150 warga asuhan yang terdiri dari lansia dan anak-anak berkebutuhan khusus.
Ketua Panitia sekaligus Ketua DPC ISKA Surabaya, Dr. Farida Suhud, mengkoordinasikan penyaluran bantuan berupa dana operasional dan kebutuhan pokok. Acara diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Moderator DPC ISKA Surabaya, Romo Benny, Pr.
“Iman harus mewujud dalam cahaya perhatian bagi sesama. Inisiatif ini adalah karya nyata ISKA,” tutur Romo Benny dalam homilinya. Suasana keakraban terjalin melalui acara hiburan, kuis, dan santap malam bersama para penghuni panti.

Dukung UMKM dan Pariwisata Lokal
Mengawali rangkaian kunjungan di pagi hari, rombongan PP ISKA juga melakukan napak tilas sejarah dan dukungan ekonomi lokal. Agenda meliputi ziarah ke makam pencipta lagu Indonesia Raya, W.R. Supratman, melintasi Jembatan Suramadu, serta mengunjungi sentra UMKM di Bangkalan, Madura.
Kunjungan juga dilakukan ke pusat kuliner ikonik Surabaya, Depot Bu Rudy di Dharmahusada. Selain menikmati kuliner khas, para pengurus ISKA melakukan wawancara singkat terkait pengembangan usaha kuliner. Hal ini bertujuan agar kiat sukses pelaku usaha lokal dapat dipelajari dan ditularkan kepada UMKM binaan ISKA di daerah lain.
Rangkaian kegiatan ditutup pukul 22.05 WIB. Rombongan PP ISKA kembali ke Jakarta membawa semangat baru untuk terus menghidupkan spiritualitas kehadiran cendekiawan Katolik di tengah masyarakat.








