web page hit counter
back to top
Thursday, February 19, 2026

Penerimaan Menjadi Kekuatan

Penulis: Albert Santoso*

Manusia memang adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan. Namun di sisi lain manusia juga makhluk yang lemah yang tidak dapat lepas dari penderitaan. Manusia cenderung tidak mau menerima penderitaan dan berusaha keras untuk menghindarinya. Padahal penderitaan adalah bahan baku untuk membuat diri kita menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

Pada suatu ketika ada seekor keledai yang sedang merasa sangat kehausan akibat berjalan seharian. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya dia menemukan sebuah sumur tua yang hampir kering. Karena sudah tidak ada sumber air lagi di daerah itu sang keledai kemudian menghampiri sumur tua itu untuk minum air. Ketika dia berusaha untuk minum air terperosoklah tubuhnya ke dalam sumur tua itu. Berteriaklah sang keledai itu untuk meminta pertolongan. Kebetulan ada seorang pemuda yang sedang berjalan melewati sumur itu dan mendengar teriakan sang keledai. Dia kemudian menengok ke dalam sumur tua itu dan menemukan ada seekor keledai di dalam sumur dan tidak dapat keluar.

Sayangnya, pemuda itu bukanlah pemuda yang baik. Ketika dia melihat ada seekor keledai yang terperosok ke dalam sumur, bukannya rasa iba yang muncul di dalam hatinya malah rasa puas dan meremehkan yang datang.

“Hahaha… Betapa bodohnya kamu ini keledai! Sudah tahu sumur ini tidak ada airnya tapi kamu masih masuk ke dalam sumur ini. Hahaha…”

“Aku haus sekali dan sumur ini masih ada sedikit air. Jadi aku masuk ke dalam sumur ini dan minum airnya. Sekarang bantulah aku untuk keluar dari sumur ini.” pinta sang keledai dengan nada memelas.

“Hahaha… Aku gak mau membantumu untuk keluar dari sumur ini, tapi aku mau membantu mempercepat kematianmu.” kata pemuda itu sambil tertawa. Dia pun pergi sejenak untuk mengambil sekop dan dia pun mulai menggali tanah untuk ditumpahkan ke dalam sumur itu.

Keledai itu pun menjadi sangat ketakutan dan berteriak lebih kencang meminta pertolongan, namun tetap tidak didengarkan oleh pemuda itu. Malah pemuda itu semakin bersemangat untuk menguburkan keledai itu.

Karena pemuda itu telah termakan oleh kesombongannya sendiri, dia tidak menyadari bahwa semakin banyak tanah yang dia tumpahkan ke dalam sumur malah membuat keledai itu naik ke atas. Ketika pemuda itu menyadari hal itu, semuanya sudah terlambat. Keledai itu pun melompat keluar dari bibir sumur dengan mudahnya karena timbunan tanah yang diberikan oleh pemuda jahat itu.

Sebagai manusia biasa, adalah sesuatu yang wajar jika kita cenderung menerima hal-hal baik dan menolak atau menghindari hal-hal buruk yang terjadi di dalam hidup kita. Namun ada kalanya kita tidak dapat menghindari hal buruk di dalam hidup kita. Kita harus menderita, bergumul, dan berjuang untuk dapat keluar dari masalah. Terimalah masalah itu sebagai bagian dari proses kehidupan yang harus kita jalani. Melalui proses untuk memecahkan masalah tersebut, kita dilatih dan diproses menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

Bandingkan jika kita selalu mengeluh dan bersungut-sungut tentang masalah yang kita hadapi baik kepada Tuhan maupun orang lain. Dengan begitu kita menunjukkan penolakan untuk dibentuk dan diproses oleh Tuhan untuk menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Selain itu dengan banyak mengeluh dan bersungut-sungut, kita akan dinilai sebagai pribadi yang lemah oleh orang lain. Dan yang paling penting adalah tidak ada hasil yang akan didapatkan dari mengeluh dan bersungut-sungut.

Kesimpulannya, penerimaan dapat menjadi pintu masuk bagi kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Sebaliknya, penolakan adalah tanda bahwa kita adalah pribadi yang lemah. Mintalah bimbingan dari Tuhan agar dibimbing dan disertai dalam menghadapi setiap masalah kita. Niscaya kita akan menjadi pribadi yang kuat dan tangguh serta bijaksana.

* Penyandang Difabel Tuna Daksa.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer