web page hit counter
back to top
Wednesday, January 7, 2026

Paus Sapa Peziarah Indonesia dalam Audiensi Umum: “Hati Kita Gelisah Sampai Beristirahat di Dalam Tuhan”

VATICAN CITY – Veritas Indonesia – Melanjutkan siklus katekese Yubileum 2025 dengan tema ‘Yesus Kristus Harapan Kita’, Bapa Suci menyampaikan sapaan hangat secara khusus kepada para peziarah dari Indonesia yang hadir di Lapangan Santo Petrus.

Pada Audiensi Umum hari Rabu, 17 Desember 2025, di tengah katekese yang mendalam mengenai makna “hati yang gelisah”, Bapa Suci menyapa kelompok-kelompok peziarah berbahasa Inggris dengan menyebut Indonesia secara spesifik.

“Saya menyampaikan sambutan hangat pagi ini kepada semua peziarah dan pengunjung berbahasa Inggris yang mengikuti Audiensi hari ini, khususnya mereka yang datang dari Nigeria, Indonesia, dan Amerika Serikat,” ujar Bapa Suci.

Beliau melanjutkan dengan doa khusus bagi umat dari negara-negara tersebut: “Saya berdoa agar Anda masing-masing, dan keluarga Anda, dapat mengalami masa Adven yang penuh berkat dalam persiapan menyambut kedatangan Yesus yang baru lahir, Putra Allah dan Juruselamat dunia. Tuhan memberkati Anda semua!”

Bahaya “Aktivisme” dan Kehampaan Modern

Dalam katekese lanjutannya mengenai tema “Yesus Kristus Harapan Kita” (Gesù Cristo nostra speranza), Bapa Suci merefleksikan tantangan dunia modern di mana manusia dituntut untuk selalu cepat, produktif, dan penuh aktivitas.

“Kita sering merasa lelah dan tidak puas: waktu seolah-olah terbuang dalam seribu hal praktis yang tidak menyelesaikan makna akhir dari keberadaan kita,” jelas Paus. Beliau memperingatkan bahwa kesibukan yang berlebihan sering kali membuat manusia merasa kosong di akhir hari, karena “kita bukan mesin, kita memiliki hati.”

Mengutip peringatan Yesus dalam Injil Matius (“Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”), Paus memberikan kritik tajam terhadap obsesi duniawi. Beliau menegaskan bahwa harta sejati tidak disimpan dalam brankas dunia atau “investasi keuangan besar yang gila dan tidak adil… yang dibayar dengan harga berdarah dari jutaan nyawa manusia dan kehancuran ciptaan Tuhan.”

Santo Agustinus dan Hati yang Gelisah

Inti dari pesan Bapa Suci berpusat pada pemikiran Santo Agustinus: Cor inquietum (Hati yang gelisah). Paus mengutip kalimat pembuka dari Confessions karya Agustinus: “Tuhan, Engkau telah menciptakan kami bagi diri-Mu, dan hati kami gelisah sampai ia beristirahat di dalam Engkau.”

Menurut Bapa Suci, kegelisahan ini bukanlah hal yang buruk, melainkan tanda bahwa manusia diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar materi. “Kegelisahan adalah tanda bahwa hati kita tidak bergerak secara acak… tetapi terarah pada tujuan akhirnya, yaitu ‘pulang ke rumah’,” jelasnya.

Paus menegaskan bahwa “pelabuhan” bagi hati yang gelisah adalah Kasih Allah. Namun, kasih ini hanya bisa ditemukan dengan mencintai sesama.

“Sesama meminta Anda untuk melambat, menatap matanya, terkadang mengubah rencana, bahkan mungkin mengubah arah,” pesan Paus, mengajak umat untuk tidak terlalu sibuk hingga melupakan orang-orang di sekitar mereka.

Persiapan Natal: Jangan Terjebak Kesibukan

Menutup audiensi, Bapa Suci memberikan nasihat praktis menjelang Hari Raya Natal. Beliau mengingatkan umat beriman, khususnya saat menyapa peziarah berbahasa Prancis, agar tidak terjebak dalam “aktivisme yang heboh” dalam mempersiapkan pesta Natal.

Sebaliknya, Paus mengajak umat untuk menggunakan hari-hari terakhir masa Adven ini untuk mempersiapkan hati yang hening dan waspada, agar kehadiran Yesus yang penuh kasih dapat benar-benar menjadi harta abadi dalam hidup.

“Hidup telah menang, dan di dalam Kristus, hidup akan terus menang dalam setiap kematian sehari-hari. Inilah harapan Kristiani,” pungkas Bapa Suci.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer