Vatican, 23 Februari 2026, Veritas Indonesia – Paus Leo XIV akan menjalani tiga Perjalanan Apostolik pada paruh pertama tahun 2026, masing-masing ke Afrika, Monako, dan Spanyol. Pengumuman resmi disampaikan Kantor Pers Takhta Suci pada Rabu (19/2).
Perjalanan pertama dijadwalkan pada 28 Maret 2026 berupa kunjungan sehari ke Monako. Selanjutnya, Paus akan melakukan perjalanan terpanjangnya ke kawasan Afrika pada 13–23 April 2026. Rangkaian ini akan ditutup dengan kunjungan enam hari ke Spanyol pada 6–12 Juni 2026, termasuk ke Kepulauan Canary.
Afrika: Ziarah, Perdamaian, dan Solidaritas
Dalam lawatan sepuluh hari di Afrika, Paus akan mengunjungi empat negara: Aljazair, Kamerun, Angola, dan Guinea Khatulistiwa.
Di Aljazair, Bapa Suci akan berziarah ke Aljir dan Annaba, menelusuri jejak Santo Agustinus, Uskup Hippo, salah satu Bapa Gereja terbesar dari Afrika Utara. Ziarah ini menegaskan kesinambungan iman Gereja dari masa awal hingga kini.
Dari sana, Paus melanjutkan perjalanan ke Kamerun dengan agenda di Yaoundé, Bamenda, dan Douala. Secara khusus, ia akan mengunjungi wilayah berbahasa Inggris di bagian utara yang selama sepuluh tahun terakhir dilanda konflik antara pasukan pemerintah dan kelompok separatis.
Di Angola, Paus akan singgah di Luanda, Muxima, dan Saurimo. Perjalanan Afrika ditutup di Guinea Khatulistiwa—satu-satunya negara berbahasa Spanyol di Afrika—dengan kunjungan ke Malabo, Mongomo, dan Bata.
Takhta Suci menegaskan bahwa fokus utama perjalanan ini adalah perdamaian, perhatian kepada kaum miskin, serta dukungan bagi mereka yang melayani kelompok paling rentan.
Durasi kunjungan ini mendekati perjalanan bersejarah Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1985, ketika ia mengunjungi tujuh negara dalam sebelas hari.
Monako: Kunjungan Singkat yang Bersejarah
Perjalanan Apostolik 2026 akan dibuka dengan kunjungan sehari ke Monako pada 28 Maret, menjelang Pekan Suci. Kunjungan ini merupakan jawaban atas undangan berulang dari otoritas setempat, yang sebelumnya juga disampaikan kepada Paus Fransiskus.
Monako dikenal sebagai negara Eropa dengan Katolik sebagai agama resmi. Dialog antara Gereja dan institusi sipil memiliki peran penting dalam kehidupan publik. Kunjungan ini juga menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Paus mengunjungi Monako dalam era modern.
Spanyol: Sagrada Familia dan Kepedulian Migran
Pada 6–12 Juni 2026, Paus Leo XIV akan mengunjungi Madrid dan Barcelona. Di Barcelona, ia akan meresmikan menara terbaru dan tertinggi dari Basilika Sagrada Familia.
Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun wafatnya arsitek Antoni Gaudí, perancang basilika tersebut, yang tahun lalu dinyatakan sebagai Venerabilis (Hamba Allah).
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kepulauan Canary, khususnya Tenerife dan Gran Canaria. Wilayah ini menjadi salah satu jalur migrasi utama dari Afrika menuju Eropa, dengan puluhan ribu migran tiba setiap tahun. Kehadiran Paus di sana dipandang sebagai tanda perhatian Gereja terhadap isu migrasi dan martabat manusia.
Misi Universal Gereja
Melalui tiga perjalanan ini, Paus Leo XIV akan menjumpai beragam realitas: dari negara mayoritas Muslim seperti Aljazair, di mana umat Kristen menjadi minoritas namun tetap menjadi tanda persaudaraan; hingga negara-negara mayoritas Kristen di Afrika dengan dinamika pembangunan dan kesaksian iman yang kuat.
Ia juga akan hadir di Monako, negara kecil di Eropa, serta di Spanyol—bangsa dengan akar Kristiani yang mendalam sekaligus menghadapi tantangan sekularisasi.
Rangkaian Perjalanan Apostolik ini menegaskan komitmen Paus Leo XIV untuk menghadirkan Gereja yang dekat, membangun perdamaian, dan menyuarakan harapan di tengah dunia yang terus berubah.








