web page hit counter
back to top
Tuesday, January 6, 2026

Paus Ajak Keluarga Kristen Menjadi Terang di Tengah “Herodes Modern”

VATIKAN, Veritas Indonesia – Pada hari Minggu terakhir di tahun 2025, suasana khidmat menyelimuti Lapangan Santo Petrus. Bapa Suci Paus Leo XIV memimpin doa Angelus bertepatan dengan Pesta Keluarga Kudus Nazaret, Minggu (28/12/2025).

Dalam renungannya, Paus menyoroti kisah Injil Matius tentang “pelarian ke Mesir”, mengajak umat beriman untuk merenungkan tantangan yang dihadapi Keluarga Kudus dan relevansinya bagi keluarga masa kini.

Bayangan Gelap di Tengah Terang Natal

Paus mengawali sapaannya dengan mengingatkan bahwa di tengah sukacita Natal, Liturgi menyajikan momen ujian berat bagi Yesus, Maria, dan Yosef.

“Di atas lukisan Natal yang terang, tiba-tiba terproyeksi bayangan ancaman mematikan,” ujar Bapa Suci. Ancaman tersebut datang dari Herodes, sosok raja yang digambarkan Paus sebagai pribadi yang kejam, kesepian, dan terobsesi oleh ketakutan akan kehilangan kekuasaan.

Paus menjelaskan bahwa kebutaan hati Herodes—yang takut takhtanya digeser oleh “Raja orang Yahudi”—membuatnya tidak mampu melihat mukjizat terbesar dalam sejarah yang sedang terjadi di wilayahnya.

“Di Betlehem ada cahaya, ada sukacita para gembala. Namun, tidak ada yang mampu menembus pertahanan istana kerajaan selain gema ancaman yang harus dibungkam dengan kekerasan buta,” tegas Paus.

Keluarga sebagai Jawaban Penyelamatan

Menurut Bapa Suci, kekerasan hati Herodes justru semakin menonjolkan nilai kehadiran Keluarga Kudus. Di tengah dunia yang dispotik dan rakus, Keluarga Kudus menjadi “sarang dan buaian” bagi satu-satunya jawaban keselamatan: Allah yang memberikan diri-Nya secara total dan cuma-cuma.

Paus memuji ketaatan Santo Yosef yang segera membawa lari Istri dan Anaknya ke Mesir demi keselamatan mereka. “Di Mesir, nyala kasih domestik yang dipercayakan Tuhan justru tumbuh dan menguat untuk membawa terang bagi seluruh dunia,” tambahnya.

Waspadai “Herodes Modern”

Dalam pesan pastoralnya, Paus Leo XIV memperingatkan bahwa dunia modern masih memiliki “Herodes-Herodes” baru. Mereka hadir dalam bentuk mitos kesuksesan dengan segala cara, kekuasaan tanpa hati nurani, serta kesejahteraan yang semu dan dangkal.

“Jangan biarkan fatamorgana ini memadamkan nyala kasih dalam keluarga-keluarga Kristen,” pesan Paus dengan penuh harap.

Beliau mengajak keluarga Kristen untuk kembali merawat nilai-nilai Injil: doa bersama, frekuensi penerimaan sakramen (terutama Tobat dan Ekaristi), afeksi yang sehat, dialog yang tulus, serta kesetiaan.

Hal-hal sederhana inilah yang akan menjadikan keluarga sebagai “sekolah kasih” dan instrumen keselamatan di tangan Tuhan.

Seruan Perdamaian untuk Keluarga Korban Perang

Usai mendaraskan doa Angelus, Paus Leo XIV menyapa berbagai kelompok peziarah yang hadir dari berbagai wilayah Italia dan mancanegara. Secara khusus, Bapa Suci kembali menyerukan perdamaian.

“Dalam terang Natal Tuhan, marilah kita terus berdoa untuk perdamaian. Hari ini, secara khusus, kita berdoa bagi keluarga-keluarga yang menderita akibat perang, bagi anak-anak, para lansia, dan mereka yang paling rentan,” tutup Paus seraya menyerahkan mereka dalam perlindungan Keluarga Kudus Nazaret.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer