Paskah Ledalero: Iman Bukan Mendikte Tuhan, Melainkan Bersaksi bagi Kebenaran

Di tengah krisis integritas yang kerap melanda ruang publik, pesan Paskah dari Bukit Ledalero tahun ini menjadi pengingat tajam bahwa iman sejati tidak diukur dari kemegahan ritual, melainkan dari keberanian seseorang untuk berdiri tegak di atas kebenaran tanpa kompromi.


MAUMERE-Veritas Indonesia. Perayaan Paskah bukan sekadar peringatan liturgis tahunan yang berhenti di altar, melainkan sebuah panggilan konkret bagi setiap individu untuk menjadi “saksi” yang berani mempertanggungjawabkan kebenaran, meski di bawah tekanan risiko dan kepentingan pribadi.

Pater Kris Ibu, SVD, saat menyampaikan homili dalam Misa Hari Raya Paskah di Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Maumere, Minggu (5/4/2026). Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa menjadi saksi Kristus berarti berani berdiri di atas kebenaran meskipun harus menghadapi risiko.

Penegasan tersebut menjadi inti khotbah Pater Kris Ibu, SVD, dalam Misa Hari Raya Paskah yang digelar di Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Minggu (5/4/2026). Di hadapan ratusan frater dan umat, Pater Kris menekankan bahwa kebangkitan Kristus seharusnya melahirkan keberanian moral di tengah masyarakat.

“Menjadi saksi berarti jujur pada kebenaran; tidak menambah, tidak mengurangi, serta berani menanggung konsekuensi. Menjadi saksi berarti berani mempertanggungjawabkan kebenaran, sekalipun harus berhadapan dengan risiko dan tekanan dalam kehidupan,” ujar Pater Kris dalam homilinya.

Suasana khidmat saat Pater Kris Ibu, SVD, memimpin Liturgi Ekaristi di Kapela Agung Ledalero. Perayaan ini mengajak umat dan para frater untuk mentransformasi iman dari sekadar ritual menjadi keterlibatan hidup yang konkret di tengah masyarakat.

Pater Kris menyoroti transformasi para murid Yesus sebagai representasi Gereja perdana. Mereka yang awalnya diliputi ketakutan, berubah menjadi pribadi yang kredibel karena kesetiaan pada pengalaman nyata. Menurutnya, iman Kristiani harus berakar pada kejujuran atas apa yang dialami, bukan sesuatu yang direkayasa atau dibuat-buat.

Lebih lanjut, ia memberikan refleksi kritis terhadap cara beragama masyarakat modern. Ia mengingatkan kecenderungan manusia yang sering kali memenjara iman dalam kerangka kepentingan sempit.

“Sering kali kita beriman supaya Tuhan mengikuti kehendak kita. Padahal, kita yang dipanggil untuk percaya pada cara kerja Tuhan,” tegasnya. Pesan ini menjadi kritik terhadap spiritualitas transaksional yang hanya mencari zona nyaman.

Makna “makam kosong” pun dimaknai bukan sekadar sebagai peristiwa sejarah, melainkan sebagai tanda bahwa kerja Ilahi sering kali melampaui logika dan ekspektasi manusia. Oleh karena itu, Paskah tahun ini diletakkan sebagai titik tolak pembaruan hidup (transformasi) yang menggerakkan umat untuk lebih jujur dan berani di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kegiatan liturgi pagi itu berjalan khidmat, diiringi harmoni koor dari Unit St. Yosef Freinademetz dan petugas liturgi Unit St. Mikhael yang menambah kedalaman suasana syukur.

Senada dengan pesan tersebut, Ketua Fratres Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Frater Loys Adiman, SVD, menyampaikan harapannya agar semangat Paskah ini benar-benar terimplementasi dalam tindakan nyata.

“Semoga kebangkitan Kristus memberi semangat baru bagi kita semua untuk hidup dalam kebenaran dan menjadi saksi kasih Tuhan yang konkret di tengah dunia,” pungkasnya.

Kelompok koor dari Unit St. Yosef Freinademetz Ledalero saat membawakan lagu-lagu pujian yang menghidupkan suasana perayaan Paskah. Partisipasi aktif para frater dalam petugas liturgi menjadi bagian integral dari tradisi perayaan di seminari tersebut.

Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.

Maria Frani Ayu Andari Dias
Maria Frani Ayu Andari Diashttps://www.veritasindonesia.id/
Editor Content di Veritas Indonesia dan Dosen Ilmu Keperawatan Jiwa di Institut Kesehatan Suaka Insan. Sebagai profesional yang mengantongi sertifikasi Penulis Non Fiksi dari BNSP, ia juga aktif mengelola publikasi ilmiah pada beberapa jurnal ilmiah dengan latar belakang keilmuan keperawatan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer