web page hit counter
back to top
Monday, February 23, 2026

Lampedusa

Di tengah birunya Laut Mediterania, ada sebuah pulau kecil yang namanya telah menjadi simbol harapan sekaligus duka: Lampedusa. Pulau terluar Italia ini lebih dekat ke Afrika Utara dibandingkan daratan Eropa.

Selama bertahun-tahun, Lampedusa menjadi pintu masuk ribuan migran dari Afrika dan Timur Tengah yang mempertaruhkan hidup demi masa depan yang lebih baik.

Pada 4 Juli 2026 mendatang, Paus Leo XIV dijadwalkan mengunjungi pulau ini dalam rangkaian perjalanan pastoralnya di Italia. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda resmi, melainkan sebuah ziarah kemanusiaan—melanjutkan jejak kepedulian Gereja terhadap mereka yang terpinggirkan.

Jejak Paus Fransiskus

Lampedusa menyimpan kenangan mendalam dalam sejarah Gereja universal. Pada Juli 2013, beberapa bulan setelah terpilih, Pope Francis menjadikan Lampedusa sebagai tujuan perjalanan apostolik pertamanya. Di sana, ia melemparkan karangan bunga ke laut untuk mengenang ribuan migran yang tenggelam di Mediterania.

Tindakan simbolis itu menjadi penegasan arah kepemimpinannya: Gereja yang keluar, Gereja yang dekat dengan kaum miskin dan tersingkir.

Lampedusa kemudian dikenang sebagai simbol kedekatan Paus Fransiskus dengan mereka yang tak bersuara—para korban perdagangan manusia, pengungsi, dan migran yang kehilangan keluarga di tengah laut.

Menurut data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), ribuan orang masih mencoba menyeberangi Mediterania setiap tahun, dan tidak sedikit yang kehilangan nyawa. Lampedusa, dengan pusat penerimaan migrannya yang sering penuh sesak, menjadi gambaran nyata krisis kemanusiaan global.

Menguatkan Harapan

Paus Leo XIV akan mengunjungi berbagai pusat penerimaan migran di Lampedusa dan bertemu dengan para relawan serta petugas kemanusiaan. Kehadirannya diharapkan menjadi tanda penghiburan dan penguatan bagi para migran yang membawa luka fisik maupun batin.

Kunjungan ini juga menjadi pengingat bahwa isu migrasi bukan sekadar persoalan politik, melainkan persoalan martabat manusia. Dalam ajaran sosial Gereja, setiap pribadi memiliki hak atas kehidupan yang aman dan layak. Ensiklik Fratelli Tutti menegaskan pentingnya solidaritas global dan tanggung jawab bersama terhadap mereka yang terpaksa meninggalkan tanah airnya.

Rangkaian Perjalanan Pastoral

Selain Lampedusa, Paus Leo XIV juga dijadwalkan mengunjungi Pompeii, Naples, Acerra—wilayah yang dikenal sebagai “Tanah Api” karena krisis limbah beracun—serta Pavia, Assisi, dan Rimini. Di Pompeii, Paus akan berdoa di tempat ziarah Maria yang didirikan oleh Santo Bartolo Longo, sementara di Assisi ia akan memperingati 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus.

Namun di antara semua agenda itu, Lampedusa memiliki makna yang berbeda. Ia bukan sekadar lokasi kunjungan, melainkan simbol luka dunia—dan juga simbol harapan.

Di pulau kecil ini, Gereja kembali menegaskan panggilannya: berdiri di sisi mereka yang rapuh, mengingatkan dunia bahwa di wajah para migran, kita melihat wajah Kristus sendiri.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer