KOTA VATIKAN — Veritas Indonesia– Dalam sebuah momen yang sarat dengan kerendahan hati dan semangat persaudaraan, Bapa Suci Paus Leo XIV menyampaikan pesan inti kepada para Pangeran Gereja dalam Konsistori Luar Biasa pekan ini: “Saya mengandalkan Anda.”
Berbeda dari pertemuan formal biasanya, Konsistori yang digelar di Aula Paulus VI ini tidak diisi dengan pidato-pidato panjang dari takhta, melainkan ditandai dengan Paus yang duduk mencatat, mendengarkan, dan mengajak para kardinal untuk “berhenti sejenak” demi mendengarkan suara Roh Kudus.
“Saya di Sini untuk Mendengarkan”
Suasana di Vatikan minggu ini terasa berbeda. Delapan bulan setelah Konklaf, Paus Leo memanggil para kardinal dari seluruh dunia bukan sekadar untuk melapor, tetapi untuk berdiskusi dalam format meja bundar yang akrab.
Puncaknya terjadi ketika Paus Leo XIV berbicara dari hati ke hati kepada 170 kardinal yang hadir. Ia mengakui bahwa meskipun Kuria Roma selalu tersedia untuk dikonsultasikan, ia sangat membutuhkan perspektif yang lebih luas dari Gereja universal—dari Asia, Afrika, Amerika Latin, dan seluruh penjuru dunia.
“Saya merasa perlu untuk dapat mengandalkan Anda: andalah yang telah memanggil pelayan ini untuk misi ini,” ujar Paus Leo. “Oleh karena itu, saya percaya penting bagi kita untuk bekerja sama, membedakan (discern) bersama, dan mencari tahu apa yang diminta Roh Kudus dari kita.”
Paus dengan Buku Catatan
Kardinal Pablo Virgilio Siongco David, Uskup Kalookan (Filipina), berbagi kesan mendalam mengenai sikap Bapa Suci dalam sesi pengarahan pers.
“Sungguh menyegarkan melihat Bapa Suci lebih banyak mendengar daripada berbicara,” ungkap Kardinal David. “Beliau datang dengan buku catatan, beliau mencatat, dan beliau sangat, sangat perhatian.”
Kardinal David menggambarkan format pertemuan tersebut sebagai “Conversation in the Spirit” (Percakapan dalam Roh), sebuah metode yang juga digunakan dalam Sinode tentang Sinodalitas. Tidak ada hierarki kaku dalam diskusi; semua duduk melingkar, memungkinkan setiap suara didengar, termasuk suara dari “Gereja di pinggiran”.

Makna “Konsistori”: Berani untuk Berdiam Diri
Dalam Misa pagi pada tanggal 8 Januari, Paus Leo memberikan renungan mendalam tentang arti kata “Konsistori”. Ia menjelaskan bahwa kata tersebut berakar dari kata kerja consistere, yang berarti “berdiam diri” atau “berhenti sejenak”.
“Kita semua telah ‘berhenti sejenak’ untuk berada di sini,” kata Bapa Suci. Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh kegaduhan, Paus mengajak para pemimpin Gereja untuk melakukan tindakan profetik dengan berhenti sejenak guna mendengarkan Tuhan.
Semangat Meski “Low Bat”
Meskipun pertemuan tersebut dipenuhi sukacita rohani, realitas fisik tetap terasa. Kardinal David dengan jenaka menggambarkan kondisi para peserta setelah sesi maraton yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi.
“Jika Anda membandingkan kami dengan telepon seluler, kami sudah ‘low bat’ (baterai lemah),” candanya, yang disambut tawa para jurnalis. “Tidak ada waktu untuk mengatasi jet lag karena kami langsung bekerja.”
Namun, kelelahan itu terbayar lunas. Kardinal Luis José Rueda Aparicio dari Kolombia dan Kardinal Stephen Brislin dari Afrika Selatan menekankan bahwa pertemuan ini adalah pengalaman kolegialitas yang indah. Kehadiran para kardinal senior yang menempuh perjalanan jauh demi hadir di sana disebut sebagai tanda harapan yang nyata bagi misi Gereja.
Bersama di Dalam Perahu
Menutup pertemuan bersejarah ini, Paus Leo XIV meninggalkan tantangan sekaligus penghiburan bagi para kardinal. Ia menolak rasa takut yang sering kali membutakan, dan sebaliknya mengajak Gereja untuk menjadi berani, penuh perhatian, dan kreatif.
“Betapa indahnya kita menemukan diri kita bersama-sama di dalam perahu!” seru Paus Leo.
Dengan rencana pertemuan tindak lanjut yang dijadwalkan pada bulan Juni mendatang bertepatan dengan Pesta Santo Petrus dan Paulus, pesan Paus Leo jelas: perjalanan sinodal ini belum berakhir. Ini adalah perjalanan untuk mendengarkan, percaya, dan berjalan bersama di bawah bimbingan Roh Kudus.






