web page hit counter
back to top
Thursday, January 8, 2026

Kado Natal Lintas Agama: Cara Mgr. Maksi Merawat Persaudaraan di Stasi Ta’al dan Siru

Penulis: Romo Fransiskus Nala

Labuan Bajo, 19 Desember 2025-Veritas Indonesia. Sejak terpilih menjadi uskup perdana untuk Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksi memiliki perhatian khusus kepada orang-orang kecil dan kelompok-kelompok rentan. Setiap kali menjelang perayaan besar, ia membagikan bingkisan kasih kepada umat pra-sejahtera. Pada Rabu (17/12/2025), Mgr. Maksi secara khusus mengunjungi umat di Stasi Ta’al (Paroki Nunang) dan Stasi Siru (Paroki Wae Nakeng). Ia membawakan kado Natal kepada mereka dalam bentuk bingkisan Sembako.

Menariknya, kado Natal ini tidak hanya diberikan kepada keluarga-keluarga Katolik, tetapi juga keluarga-keluarga muslim yang hidup berdampingan satu sama lain. Dengan demikian, ia tidak hanya meneguhkan iman keluarga-keluarga Katolik, tetapi juga mengokohkan persaudaraan dan kekeluargaan lintas agama yang sudah bertumbuh dalam pengalaman hidup mereka sehari-hari.

Kritik atas Konsumerisme Natal

Dalam sambutannya sebelum pembagian Sembako di dua tempat ini, Mgr. Maksi mengajak umat untuk memaknai masa Adven dan Natal bukan hanya sekadar rutinitas liturgis, melainkan juga sebuah gerakan batin yang radikal. “Persiapan kita di masa Adven ini bukan hanya menyangkut hal-hal lahiriah seperti baju baru, perhiasan baru, atau dekorasi Natal yang gemerlap,” tegas Uskup Maksi. “Lebih dari itu, kita mesti menyiapkan hati kita agar pantas menjadi palungan bagi Sang Raja Damai,” tambahnya.

Lebih dari itu, kehidupan keluarga dan masyarakat juga harus menjadi tempat yang baik bagi kelahiran Sang Juruselamat. Ia menggarisbawahi secara khusus pentingnya memelihara kasih, persaudaraan, dan persekutuan inklusif. “Natal mesti menjadi perayaan kehidupan kita. Ia tidak boleh hanya membeku dalam ritual, tetapi mengalir dalam pengalaman hidup nyata dalam perjumpaan yang hangat dan tegur-sapa yang menguatkan dalam kehidupan sehari-hari”, kata Mgr. Maksi.

Solidaritas Tanpa Sekat Agama

Kado Natal lintas agama dari Mgr. Maksi menegaskan bahwa Natal adalah peristiwa kemanusiaan universal; sebuah perayaan solidaritas Allah yang menyapa siapa saja tanpa memandang label agama. Hal ini diungkapkan oleh RD. Yuvensius Rugi, Direktur Karitas Keuskupan Labuan Bajo, yang turut mendampingi Mgr. Maksi. Ia menjelaskan makna teologis di balik aksi karitatif ini: “Kado Natal ini merupakan tanda kasih Bapa Uskup. Ia ingin mewujudkan kasih Yesus secara nyata. Jangan dilihat wujudnya yang kecil, tetapi lihatlah hati Gereja yang peka, peduli, dan solider,” ungkap RD. Yuvens.

Kehadiran Uskup di tengah umat lintas agama ini disambut haru oleh RD. Lery Jempau (Pastor Paroki Nunang) dan RD. Charles Suwendi (Pastor Paroki Wae Nakeng). RD. Lery Jempau melukiskan kunjungan Mgr. Maksi sebagai perjumpaan biblis yang penuh rahmat. “Kami sungguh mengapresiasi semangat pelayanan Bapa Uskup. Kunjungan ini membawa sukacita Adven bagi kami, layaknya sukacita yang dialami Elisabet ketika dikunjungi oleh saudaranya, Maria,” ujar RD. Lery. RD. Charles Suwendi juga mengungkapkan hal yang sama bahwa kunjungan kasih dan kado Natal adalah bukti cinta yang tulus seorang gembala kepada umatnya yang kecil dan sederhana.

Senyum merekah tampak di wajah keluarga-keluarga penerima bingkisan. Gereja hadir bukan sebagai menara gading, melainkan sebagai kawan seperjalanan yang peduli pada perut yang lapar dan hati yang rindu sapaan. Perjumpaan kasih dalam moment pembagian kado Natal ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Katolik: Adven adalah waktu untuk berbagi. Sebab, hanya dengan terus berbagi-bahkan di tengah kekurangan-kasih akan semakin bertumbuh dan berbuah nyata.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer