web page hit counter
back to top
Friday, February 6, 2026

Dipandu Cahaya Lembut: Siapa Santo John Henry Newman?

Veritas Indonesia -Tahukah kamu siapa Santo John Henry Newman—seorang intelektual besar yang berani meninggalkan kenyamanan demi mengikuti suara kebenaran?

Kisah hidupnya bukan hanya tentang pencarian iman, tetapi tentang keberanian untuk berjalan dalam gelap sambil percaya pada satu cahaya: kindly light—cahaya lembut yang menuntun langkah.

Doa tentang kindly light itu bukan sekadar syair rohani bagi Santo John Henry Newman. Doa tersebut menjadi arah hidupnya. Kini, Gereja semesta secara resmi mengenang perjalanan iman itu dengan memasukkan Santo John Henry Newman ke dalam Kalender Liturgi Umum Gereja Katolik, dengan peringatan opsional setiap 9 Oktober.

Keputusan ini diumumkan oleh Dikasteri untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen melalui dekret yang dirilis pada 3 Februari 2026. Tanggal 9 Oktober dipilih karena maknanya yang mendalam: pada hari itulah, tahun 1845, Newman secara resmi masuk ke dalam Gereja Katolik setelah perjalanan panjang pencarian kebenaran.

Dari Pencarian Iman ke Kepenuhan Kebenaran

John Henry Newman dikenal sebagai imam Anglikan, pemikir tajam, dan pendidik terkemuka Inggris abad ke-19. Namun kecemerlangan intelektualnya tidak pernah terpisah dari pergulatan iman yang jujur.

Ia berani mengikuti suara hati dan kebenaran yang diyakininya, meskipun harus meninggalkan jabatan, reputasi, dan rasa aman.

Keputusan itu membawanya pada kedamaian dalam Gereja Katolik. Ia kemudian ditahbiskan menjadi kardinal, dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI pada 2010, dan dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada 2019.

Pada 1 November 2025, Paus Leo XIV menetapkannya sebagai Pujangga Gereja (Doctor of the Church) serta rekan pelindung misi pendidikan Gereja, bersama Santo Thomas Aquinas.

Dengan masuknya Newman ke dalam Kalender Liturgi Umum, Gereja kini diajak untuk semakin mengenal, merayakan, dan menimba inspirasi dari hidup serta warisan rohaninya dalam Ekaristi dan Ibadat Harian.

Cahaya bagi Gereja yang Berziarah

Dalam dekret tersebut, Dikasteri menyebut Newman sebagai “cahaya yang bersinar bagi Gereja yang berziarah dalam sejarah.” Sepanjang hidupnya, ia melayani kaum miskin, mewartakan Injil, mendidik generasi muda, dan tanpa lelah mencari kebenaran melalui refleksi iman dan akal budi.

Warisan Newman mencakup karya-karya penting di bidang teologi dan eklesiologi, serta tulisan rohani dan puisi yang lahir dari kehidupan doa. Moto hidupnya, Cor ad cor loquiturhati berbicara kepada hati—menegaskan bahwa perjumpaan terdalam dengan Allah terjadi dalam dialog pribadi dengan Kristus, bukan semata lewat pemikiran akademis.

Pendidikan, Iman, dan Konteks Indonesia

Bagi Gereja di Indonesia, penetapan Santo John Henry Newman memiliki makna khusus. Di tengah masyarakat yang majemuk dan dunia pendidikan yang menghadapi tantangan moral dan kultural, Newman tampil sebagai teladan kesatuan antara iman, akal budi, dan kejujuran nurani.

Sebagai rekan pelindung misi pendidikan Gereja, Newman mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, melainkan pembentukan manusia seutuhnya—yang berani mencari kebenaran, rendah hati untuk dibimbing oleh Allah, dan setia pada suara hati.

Sekolah-sekolah Katolik, para pendidik, mahasiswa, dan kaum intelektual Katolik di Indonesia dapat menemukan dalam diri Newman seorang sahabat rohani: pencari kebenaran yang tidak takut bertanya, namun tetap teguh dalam iman.

Menuju Terang Kebenaran

Teks-teks liturgi yang kini disiapkan dan akan diterjemahkan oleh Konferensi Waligereja di berbagai negara mengajak umat berdoa agar, seperti Newman, kita pun dipimpin keluar dari bayang-bayang menuju kepenuhan terang kebenaran.

Masuknya Santo John Henry Newman ke dalam Kalender Liturgi Umum bukan sekadar penambahan nama seorang santo. Ia adalah undangan bagi Gereja masa kini—termasuk di Indonesia—untuk menapaki jalan iman yang jujur, berani, dan rendah hati, sambil berdoa:

“Tuntunlah aku, cahaya lembut, di tengah gelap yang mengelilingiku.”

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer