Jakarta, 6 Desember 2025 – Berita online Katolik Indonesia semakin diramaikan dengan kehadiran Veritas Indonesia. Akun yang memiliki nama https://www.veritasindonesia.id/ ini resmi diluncurkan pada Sabtu, 6 Desember 2025 pada kegiatan webinar berjudul “Evangelisasi Digital: Dari Klik Menuju Keterlibatan Iman” pukul 10.00-12.30 WIB melalui platform Zoom.
“Veritas Indonesia hadir untuk memberikan konten seputar gereja Katolik Indonesia dan Internasional yang tepercaya. Kemudian, seperti layaknya gereja sinodal, kami melibatkan semua umat Katolik untuk turut berkontribusi dengan menulis dan juga menjadi editor di portal ini,” jelas Lisa Esti Puji Hartanti selaku wakil pemimpin redaksi Veritas Indonesia ketika membuka webinar.
Kegiatan webinar yang berkolaborasi dengan Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia ini menghadirkan tiga narasumber yaitu pertama, P. Kasmir Nema, SVD selaku koordinator umum komunikasi SVD Generalat, Roma dan pemimpin redaksi Veritas Indonesia, kedua, Romo Noegroho Agoeng selaku Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial KWI, dan ketiga, RD. Benediktus Denar sebagai Dosen STIPAS St. Sirilus Ruteng, Nusa Tenggara Timur, dengan moderator Maria Frani Ayu sebagai dosen Institut Kesehatan Suaka Insan, Banjarmasin, sekaligus tim redaksi dari Veritas Indonesia.
Webinar ini menekankan bahwa dunia digital bukan hanya sarana teknis, tetapi menjadi ruang perjumpaan dan kesaksian dari terang Kristus melalui narasi, etika dan komunitas yang hidup.
“Dunia digital sebagai tempat Allah bekerja, dari tindakan teknis ke tindakan rohani. Sehingga evangelisasi digital bukan sekedar editing video, soal algoritma, dan jumlah followers, tapi membutuhkan keheningan sebagai detoks digital,“ jelas Romo Benediktus Denar dalam pemaparan pertamanya.

Kemudian dilengkapi pemaparan dari Romo Kasmir Nema tentang evangelisasi dengan menyampaikan informasi di dunia digital melalui pendekatan storytelling iman yaitu menggunakan struktur narasi agar menarik.
“Dalam jurnalistik terdapat pola struktur naratif menulis yaitu dimulai dari situasi awal, konflik dan ujian, titik balik, hingga resolusi. Maka, dalam gereja Katolik pola ini dapat diterapkan seperti pola paskah yaitu inkarnasi, jalan salib/ passio, cahaya/ rahmat, dan kebangkitan/ misi,“ jelas Romo Kasmir.

Lalu ditutup dengan penjelasan dari Romo Agung terkait dokumen Antiqua et Nova dari gereja Katolik dalam merespons teknologi Kecerdasan Artifisial. Dokumen ini mengajak semua pihak terutama pendidik, orang tua, pastor, dan masyarakat luas untuk bijaksana mengenai teknologi Kecerdasan Artifisial, demi melindungi martabat manusia dan memajukan kebaikan bersama.

Terakhir, redaksi Veritas Indonesia kembali mengundang para peserta untuk menjadi kontributor dengan mengirimkan tulisan ke VeritasIndonesia@outlook.co.id dan mengikuti media sosial Instagram @veritasindonesia.id.
Dengan ketentuan penulisan: https://www.veritasindonesia.id/terbitkan-artikel-foto-atau-video-anda-di-hidupkatolik-com/
Webinar ini dapat dilihat di YouTube Hidup TV: http://tiny.cc/veritasindonesia
Berikut adalah foto bersama dengan peserta:







