VATIKAN, Veritas Indonesia – Paus Leo XIV mengukir sejarah baru dalam tata kelola Gereja universal dengan menunjuk Maria Montserrat Alvarado sebagai Prefek Dikasteri untuk Komunikasi Takhta Suci, efektif mulai 1 November 2026.
Penunjukan ini menjadi tonggak sejarah yang sangat signifikan, menandai pertama kalinya seorang perempuan awam dipercaya untuk memimpin sebuah dikasteri di Vatikan.
Saat ini, Alvarado menjabat sebagai Presiden dan Chief Operating Officer (COO) EWTN News, jaringan media Katolik global yang memproduksi konten dalam tujuh bahasa melalui platform televisi, radio, cetak, dan digital.
Sebelum memperkuat EWTN pada 2023, ia mendedikasikan lebih dari satu dekade kepemimpinannya di Becket Fund for Religious Liberty, sebuah lembaga yang vokal memperjuangkan kebebasan beragama dan martabat manusia.
Berdasarkan pengumuman resmi Takhta Suci yang juga dipublikasikan oleh Vatican News, langkah ini mempertegas kesinambungan reformasi Kuria Roma yang diinisiasi oleh Paus Fransiskus.
Reformasi tersebut membuka pintu selebar-lebarnya bagi kaum awam—baik laki-laki maupun perempuan—untuk memegang posisi strategis di level tertinggi pelayanan Gereja.
Alvarado akan menggantikan Paolo Ruffini, yang pada 2018 mencetak sejarah sebagai prefek awam pertama Kuria Roma pilihan Paus Fransiskus. Ruffini, yang akan genap berusia 70 tahun pada Oktober mendatang, menyudahi delapan tahun masa baktinya yang gemilang dalam menakhodai transformasi media Vatikan.
Sebagai informasi, Dikasteri untuk Komunikasi dibentuk pada 27 Juni 2015 guna mengintegrasikan seluruh ekosistem media Takhta Suci. Lembaga ini membawahi platform-platform utama seperti Vatican News, Radio Vatikan, koran L’Osservatore Romano, Vatican Media, Kantor Pers Takhta Suci, serta rumah penerbitan dan percetakan Vatikan. Di luar aspek operasional dan digitalisasi teknis, dikasteri ini memikul tanggung jawab besar dalam merumuskan dimensi pastoral dan teologis dari komunikasi Gereja di era modern.
Merespons penunjukan historis tersebut, Alvarado menyatakan bahwa ia menerima mandat ini dengan semangat pelayanan yang mendalam. Sebagaimana dilaporkan oleh Vatican News, ia turut menyampaikan apresiasi tinggi atas fondasi kokoh yang telah dibangun Paolo Ruffini, sembari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat efektivitas dikasteri dalam mewartakan Kristus kepada dunia.
Masih mengutip laporan Vatican News, Paolo Ruffini dalam surat internalnya kepada staf dikasteri menekankan krusialnya kesinambungan pelayanan di tengah disrupsi dunia komunikasi yang kian dinamis. Ia memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan dalam beberapa bulan ke depan akan berlangsung mulus guna menjamin dukungan penuh terhadap misi suci komunikasi Takhta Suci.
Dukungan juga mengalir dari Michael P. Warsaw, Ketua Dewan sekaligus CEO EWTN. Ia memuji Alvarado sebagai figur berintegritas yang telah memenangkan kepercayaan dan rasa hormat dari rekan sejawatnya di industri media. Warsaw turut mendoakan kesuksesan Alvarado dalam mengemban tugas barunya melayani Paus Leo XIV dan Gereja universal.
Keputusan krusial di awal masa pontifikat Paus Leo XIV ini tidak hanya menjadi simbol keberlanjutan pembaruan internal Vatikan, tetapi juga menjadi sinyal kuat ke hadapan publik global mengenai pengakuan nyata atas kepemimpinan perempuan dalam struktur tertinggi Gereja Katolik.
Veritas Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan tulisan-tulisan yang meneguhkan iman dan menyuarakan kebenaran. Kami mengundang Anda, para pembaca setia, untuk turut mendukung operasional pelayanan ini melalui donasi ke rekening BCA 6440054739 a.n. Lucia Margaretha Audrey Niron (Bendahara Veritas Indonesia). Agar donasi Anda dapat kami terima dan catat dengan baik, mohon kirimkan bukti transfer kepada Editor Konten kami, Maria Frani Ayu, di nomor 081230038196. Sedikit dari Anda adalah wujud nyata kebersamaan dalam pelayanan ini.








