Resmi! Bahasa Indonesia Kini Tersedia di Vatican News

Bahasa Indonesia kini resmi menjadi bagian dari layanan Vatican News, menandai langkah penting dalam memperluas jangkauan komunikasi Gereja Katolik kepada umat di Indonesia.


Penulis: P. Kasmir Nema, SVD

Vatikan–Veritas Indonesia — Realisasi inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dicastery for Communication Takhta Suci dan Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Rabu, 25 Maret, di Roma.

Penandatanganan berlangsung di kantor pusat Vatican News dan Radio Vatikan, serta disaksikan oleh delegasi dari Dicastery for Communication, Komisi Komunikasi Sosial KWI, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, sebagaimana dilaporkan Vatican News.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI, Agustinus Tri Budi Utomo, menyebut peristiwa ini sebagai “perayaan persahabatan yang berkelanjutan, pengakuan atas identitas nasional, serta penguatan jembatan iman antara Indonesia dan pusat Gereja universal.”

Ia menegaskan bahwa kehadiran Bahasa Indonesia di Vatican News merupakan bentuk modern dari “Kabar Baik” bagi umat Katolik Indonesia. Langkah ini membuka akses langsung terhadap informasi Gereja universal dalam bahasa ibu, sehingga umat Katolik di Indonesia dan Malaysia kini dapat mendengarkan suara Bapa Suci serta pesan Gereja universal dengan lebih dekat dan personal.

Prefek Dicastery for Communication, Paolo Ruffini, bersama Direktur Editorial Andrea Tornielli dan Wakil Direktur Editorial sekaligus Kepala Radio Vatikan–Vatican News, Massimiliano Menichetti, menegaskan bahwa kerja sama ini akan mendorong inklusivitas, memperkuat komunikasi pastoral, serta memperdalam keterhubungan antara Vatikan dan umat di tingkat lokal.

Mereka juga menekankan bahwa kehadiran Bahasa Indonesia akan menjadi dukungan penting bagi Gereja lokal, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan universal tentang perdamaian dan persaudaraan secara lebih jelas dan kontekstual dalam budaya Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, yang turut hadir dalam penandatanganan tersebut, menyambut baik kesepakatan ini. Ia menyebutnya sebagai “momen bersejarah bagi Indonesia,” terutama bagi umat Katolik di tanah air.

Dengan hadirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa ke-57, masyarakat Indonesia kini dapat mengakses berita dan informasi tentang Paus, Vatikan, serta kehidupan Gereja di seluruh dunia dalam bahasa mereka sendiri. Inisiatif ini diharapkan semakin mempererat hubungan antarumat dan membangun dunia yang ditandai dengan semangat mendengarkan, belajar, berdialog, serta merayakan nilai-nilai bersama seperti perdamaian, persaudaraan, dan harmoni antaragama.

Sebelumnya, sejumlah bahasa Asia lainnya telah lebih dahulu hadir dalam layanan media Vatikan, termasuk bahasa Vietnam, Mandarin, Jepang, serta beberapa bahasa lokal di India. Kehadiran Bahasa Indonesia menandai langkah penting dalam memperluas jangkauan komunikasi Gereja di kawasan Asia, khususnya bagi umat di Indonesia yang merupakan salah satu komunitas Katolik terbesar di kawasan ini.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Media Veritas Indonesia. Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD) yang berbasis di Roma. Kontributor untuk Vatican News dan Radio Veritas Asia (RVA). Profil akademik: ResearchGate Profile

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer