Perjalanan Apostolik Pope Leo XIV ke Afrika pada April 2026 menegaskan misi Gereja sebagai pembawa harapan, perdamaian, dan persatuan, sebagaimana tercermin dalam moto dan logo resmi yang dirilis Vatikan.
__________________
Penulis P. Kasmir Nema, SVD
Vatikan, 17 Maret 2026, Veritas Indonesia – Vatikan melalui Holy See Press Office pada Senin mengumumkan moto dan logo resmi untuk Perjalanan Apostolik Pope Leo XIV ke Afrika yang akan berlangsung pada 13–23 April 2026.
Pada hari yang sama, juga dirilis program resmi kunjungan Paus ke empat negara, yakni Algeria, Cameroon, Angola, dan Equatorial Guinea.
Aljazair: Simbol Dialog dan Perdamaian
Logo untuk Aljazair terinspirasi dari relief kuno yang menampilkan dua burung merpati sedang minum dari satu cawan—sebuah simbol perdamaian dan persekutuan. Di dalamnya juga terdapat simbol Chi Rho, lambang Kristiani kuno, yang dipadukan dengan peta negara tersebut.
Warna hijau, merah, dan putih mencerminkan bendera nasional Aljazair, sementara warna kuning melambangkan Vatikan. Moto yang ditampilkan dalam bahasa Arab, Amazigh, dan Prancis berbunyi: “La paix soit avec vous” (Damai sejahtera bagi kamu), yang dalam salam Arab ditulis sebagai “Assalamu Alaykom.”
Moto ini menegaskan pentingnya dialog dan perjumpaan antara umat Kristiani dan Muslim, sekaligus menjadi ajakan universal untuk hidup dalam damai, persaudaraan, dan harmoni.

Kamerun: Kesatuan dalam Kristus
Logo kunjungan ke Kamerun menampilkan Kitab Suci yang terbuka sebagai dasar kehidupan Kristiani, dengan peta negara yang diwarnai garis hijau, merah, dan kuning dari bendera nasional.
Dari sisi kiri muncul salib sebagai tanda pewartaan Injil, disertai monogram Maria. Di bagian tengah, seekor merpati emas memancarkan sinar terang sebagai lambang karya Roh Kudus dalam menyebarkan Kabar Baik.
Sementara itu, sosok Paus digambarkan dalam sikap doa sebagai tanda persekutuan dan pendampingan pastoral bagi umat Allah. Moto yang diangkat adalah “Que tous soient un / May they all be one” (Yoh 17:21), yang menegaskan tema persatuan dalam Kristus dan selaras dengan moto episkopal Paus, “In Illo uno unum.”

Angola: Harapan, Rekonsiliasi, dan Perdamaian
Logo Angola didominasi warna merah yang mengingatkan pada darah yang tertumpah dalam sejarah bangsa tersebut. Peta negara dihiasi garis hitam bergelombang yang melambangkan berkat sekaligus identitas Afrika, serta perlindungan ilahi atas bangsa itu.
Di bagian tengah terdapat setengah lingkaran kuning menyerupai roda gigi, simbol kerja dan pembangunan, yang dipadukan dengan salib sebagai lambang Ekaristi. Kelopak-kelopak yang terbentuk mengingatkan pada pohon mulemba, simbol khas Angola, sementara garis biru melambangkan sungai-sungai di negara itu.
Keseluruhan logo menggambarkan Angola yang diberkati Allah dan dibimbing oleh Paus menuju masa depan yang penuh damai, martabat, dan harapan baru. Moto yang diusung berbunyi: “Paus Leo XIV, peziarah harapan, rekonsiliasi, dan perdamaian, memberkati Angola.”

Guinea Ekuatorial: Kristus, Terang Masa Depan
Logo untuk Guinea Ekuatorial menampilkan salib emas sebagai simbol Kristus yang bangkit dan iman Kristiani. Di tengahnya terdapat peta dan bendera negara, serta siluet keluarga—laki-laki, perempuan, dan anak—yang melambangkan kehidupan dan harapan.
Di bagian bawah terlihat sosok seorang pria di atas perahu yang membawa buku, mengenang kedatangan para pewarta Injil pertama melalui laut sekitar 170 tahun lalu.
Warna emas, hijau, putih, dan merah masing-masing melambangkan terang Kristus, tanah, damai, dan perjuangan menuju kebebasan. Moto yang diangkat adalah: “Kristus, terang Guinea Ekuatorial, menuju masa depan penuh harapan.”

Ziarah Iman dan Harapan
Perjalanan Apostolik Paus Leo XIV ke Afrika ini mencerminkan misi Gereja untuk menghadirkan perdamaian, persatuan, dan harapan di tengah dunia yang terus berubah.
Melalui simbol dan moto yang kaya makna, setiap negara yang dikunjungi menampilkan identitasnya sekaligus membuka ruang bagi dialog, iman, dan persaudaraan universal.








