Uskup Malang: Jadilah Paroki Tempat Allah Hadir dan Umat Bertobat Sejati
Kraksaan, Probolinggo – Gereja Kuasi Santo Paulus Kraksaan resmi ditetapkan menjadi Paroki Santo Paulus Kraksaan, Keuskupan Malang, Minggu (25/1/2026). Dalam Misa Penetapan Paroki, Uskup Keuskupan Malang Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm mengajak umat menjadikan paroki ini sungguh sebagai tempat kehadiran Allah, dengan semangat pertobatan sejati seperti Santo Paulus, demi terwujudnya damai dan persatuan.
Penegasan tersebut disampaikan Mgr Pidyarto dalam homilinya saat memimpin Misa Kudus Penetapan Paroki, bertepatan dengan Pesta Pertobatan Santo Paulus. Menurut Uskup Malang, makna pertobatan Santo Paulus bukan sekadar perubahan perilaku, melainkan perubahan cara berpikir dan keyakinan.
“Santo Paulus sadar bahwa manusia tidak diselamatkan hanya dengan menaati hukum. Pertobatan Paulus adalah perubahan keyakinan: saya selamat bukan karena perbuatan baik saya, tetapi karena Yesus mencintai dan menyelamatkan saya,” tegas Mgr Pidyarto.
Pertobatan sebagai Jalan Kehadiran Allah
Uskup Malang menyoroti realitas dunia yang kerap diliputi kekacauan. Namun, menurutnya, kehidupan yang damai dan sejahtera hanya mungkin terwujud jika Allah sendiri menjadi Raja dalam hidup manusia.
“Supaya Allah sungguh hadir di tengah-tengah kita, diperlukan pertobatan. Kedatangan Allah tidak memaksa, tetapi menunggu kesediaan hati kita untuk menerima-Nya,” ujar Mgr Pidyarto.
Mengutip pewartaan Yohanes Pembaptis, ia mengingatkan umat untuk menyingkirkan segala penghalang bagi kehadiran Tuhan. Hati yang penuh kelicikan, luka dosa, dan kepentingan diri menjadi jalan yang berlekak-lekuk dan menghalangi Allah untuk hadir.
Lebih lanjut, Mgr Pidyarto menegaskan bahwa pertobatan pertama-tama berarti berhenti berbuat dosa, meninggalkan iri hati, kebencian, dendam, keserakahan, dan berbagai bentuk ketidakadilan. Namun pertobatan tidak berhenti di sana.
“Pertobatan juga berarti pembaruan terus-menerus, memperbaiki diri agar semakin menyerupai Tuhan. Proses ini tidak pernah selesai sampai kita mati,” tandasnya.
Misa Penetapan Paroki ini juga diwarnai dengan pembaptisan tujuh bayi, sebagai tanda kehidupan baru yang tumbuh dalam Gereja.

(Foto: Tangkapan layar YouTube).
Dekrit Pendirian Paroki dan Pengangkatan Pastor Paroki
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Keuskupan Malang, RD Yusuf Dimas Caesario, membacakan Dekrit Uskup Keuskupan Malang tentang pendirian Paroki Santo Paulus Kraksaan. Disebutkan bahwa Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan, yang ditetapkan pada 1 April 2021, telah dinilai layak untuk berdiri sebagai paroki mandiri.
Keuskupan Malang menetapkan 25 Januari 2026 sebagai tanggal resmi berdirinya Paroki St Paulus Kraksaan, sekaligus mengangkat RD Damianus Fadjar Tedjo Sukarno sebagai Pastor Kepala Paroki pertama untuk masa bakti 25 Januari 2026–25 Januari 2029. Pada kesempatan ini juga dilantik Badan Pengurus Gereja dan Dana Amal (BPGDA) serta Dewan Pastoral Paroki (DPP) St Paulus Kraksaan untuk periode yang sama.
Selain itu, dibacakan pula keputusan pemberhentian dengan hormat RD Agustinus Devit Setiawan dari tugasnya sebagai Pastor Kepala Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan. Uskup Malang menyampaikan terima kasih atas pengabdian Romo Devit, yang selanjutnya akan melayani di Komisi Kepemudaan Keuskupan Malang.
Menggenggam Syukur, Menapaki Jalan Bersama sebagai Paroki Baru
Dalam sambutannya sebagai pastor paroki pertama, disampaikan ungkapan syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dan berjuang hingga Kuasi Paroki Santo Paulus Kraksaan resmi berdiri sebagai paroki.
Dengan penuh kerendahan hati, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan masih terdapat keterbatasan dan kekurangan.
Pada kesempatan tersebut, seluruh umat diajak untuk membangun Paroki Santo Paulus Kraksaan secara bersama-sama, bergandengan tangan dan berjalan seiring, agar paroki yang baru berdiri ini dapat bertumbuh, hidup, dan setia pada panggilan serta perutusan Gereja.
Syukur dan Harapan Baru
Sejumlah pihak turut menyampaikan sambutan, antara lain Ketua DPP St Paulus Kraksaan Richardus Dwi Gunawan Napitu, Pastor Paroki St Maria Bunda Karmel Probolinggo RP Agis FX Agis Triatmo OCarm, Romo Devit, dan Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm.
Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti penetapan paroki, dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah, menandai babak baru perjalanan iman umat Paroki Santo Paulus Kraksaan sebagai Gereja yang dipanggil untuk terus bertobat, bertumbuh, dan memberi kesaksian di tengah masyarakat.









