web page hit counter
back to top
Friday, January 9, 2026

Paus Tutup Pintu Suci, Akhiri Tahun Yubileum dengan Seruan Menjadi “Peziarah Harapan”

VATIKAN – Veritas Indonesia– Paus Leo XIV secara resmi menutup Pintu Suci (Holy Door) Basilika Santo Petrus pada Selasa (6/1/2026), bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani).

Upacara khidmat ini menandai berakhirnya Tahun Yubileum Agung yang telah berlangsung sepanjang tahun 2025, sebuah tahun rahmat yang menarik jutaan umat beriman ke Kota Abadi.

Dalam Misa Pontifikal yang dirayakan di Basilika Santo Petrus, Bapa Suci merefleksikan perjalanan spiritual yang telah ditempuh Gereja, mengajak umat untuk terus menjadi “peziarah harapan” di tengah dunia yang penuh gejolak.

“Tuhan Mengakhiri Rasa Puas Diri”

Mengambil inspirasi dari kisah Orang Majus dalam Injil Matius, Paus Leo XIV menyoroti kontras antara sukacita para Majus dan ketakutan Raja Herodes. Paus menekankan bahwa kehadiran Tuhan selalu membawa kebaruan yang menuntut perubahan hati.

“Hari ini kita merayakan Epifani Tuhan, sadar bahwa di hadirat-Nya tidak ada yang tetap sama,” ungkap Paus dalam homilinya. Ia memperingatkan terhadap rasa puas diri yang melankolis dan menegaskan bahwa Tuhan “mengakhiri rasa puas diri yang menyebabkan orang terus-menerus berkata, ‘Tak ada yang baru di bawah matahari’.”

Bapa Suci juga menantang Gereja untuk tidak menjadi seperti Yerusalem di masa Herodes—kota yang tertutup dan takut akan hal-hal baru. “Apakah ada kehidupan di Gereja kita? Apakah ada ruang bagi sesuatu yang baru untuk lahir? Apakah kita mengasihi dan mewartakan Tuhan yang menempatkan kita dalam sebuah perjalanan?” tanya Paus dengan tegas.

Kritik Terhadap Komersialisasi

Dalam pesan sosial yang kuat, Paus Leo XIV mengkritik “ekonomi yang terdistorsi” yang mencoba mengambil keuntungan dari kerinduan manusia akan makna.

Ia memperingatkan agar Yubileum tidak sekadar menjadi kenangan akan efisiensi pasar yang mereduksi manusia menjadi sekadar konsumen.

“Apakah Yubileum telah mengajarkan kita untuk lari dari jenis efisiensi yang mereduksi segalanya menjadi produk?” tanya Paus. Ia mengajak umat untuk mengenali peziarah dalam diri pengunjung, pencari dalam diri orang asing, dan sesama dalam diri mereka yang berbeda.

Rekor Peziarah: Jejak Iman di Kota Abadi

Penutupan Pintu Suci di Basilika Santo Petrus ini menjadi kulminasi dari seluruh rangkaian Tahun Yubileum. Momen ini membawa ingatan umat kembali ke tanggal 24 Desember 2024, ketika mendiang Paus Fransiskus membuka Pintu Suci tersebut secara simbolis. Tindakan historis itu menandai dimulainya tahun pengampunan dosa dan pembaruan iman, dengan Pintu Suci sebagai lambang Kristus sendiri, satu-satunya jalan menuju keselamatan (bdk. Yoh 10:9).

Sepanjang satu tahun terakhir, Roma seolah berubah menjadi lautan manusia. Otoritas Vatikan bersama kepolisian Roma mencatat rekor yang mencengangkan: lebih dari 35 juta peziarah telah membanjiri Roma untuk melintasi Pintu Suci selama Tahun Yubileum ini.

Dari jumlah yang masif tersebut, tercatat lebih dari 3 juta orang berpartisipasi secara langsung dalam berbagai agenda di dalam lingkup Vatikan. Angka ini mencakup mereka yang menghadiri Audiensi Umum mingguan, doa Angelus, serta berbagai perayaan liturgi agung lainnya.

Arus peziarah yang luar biasa ini menjadi bukti nyata dari apa yang digambarkan Paus Leo XIV dalam homilinya sebagai homo viator—manusia yang senantiasa berada dalam perjalanan ziarah untuk mencari makna hidup yang sejati.

Paus Leo XIV berlutut dalam doa di depan Pintu Suci Basilika Santo Petrus pada Selasa, 6 Desember 2026. (Foto: Vatican Media)

Pintu Terbuka Menuju Yerusalem Baru

Saat daun Pintu Suci perunggu yang ikonik di Basilika Santo Petrus perlahan ditutup dan dikunci, suasana hening melingkupi ribuan umat yang hadir. Upacara di Vatikan ini menjadi puncak dan penutup dari rangkaian ritus penutupan Pintu Suci di seluruh Roma.

Dalam beberapa minggu menjelang upacara terakhir hari ini, Pintu Suci di tiga Basilika Kepausan utama lainnya juga telah ditutup secara khidmat sebagai tanda berakhirnya masa Yubileum di masing-masing tempat: Basilika Santa Maria Maggiore ditutup pada 24 Desember 2025, diikuti oleh Basilika Santo Paulus di Luar Tembok pada 27 Desember. Sehari berselang, pada 28 Desember 2025, Basilika Agung Santo Yohanes Lateran—Katedral Keuskupan Roma—juga mengakhiri perayaan Yubileumnya.

Kini, dengan tertutupnya pintu terakhir di Santo Petrus, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa meskipun pintu fisik telah terkunci, akses menuju belas kasih Allah tidak pernah tertutup.

“Pintu Suci Basilika ini, yang hari ini adalah yang terakhir ditutup, telah melihat aliran tak terhitung pria dan wanita, peziarah harapan, yang berjalan menuju Yerusalem baru,” ujar Bapa Suci.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer