web page hit counter
back to top
Thursday, January 8, 2026

Natal Perdana Paus Leo XIV dan Akhir Yubileum 2025

VATIKAN – 24 Desember, Veritas Indonesia –Tujuh bulan setelah terpilih sebagai penerus Takhta Suci, Paus Leo XIV bersiap memimpin rangkaian perayaan Natal pertamanya di Basilika Santo Petrus.

Mengusung tema besar “Natal adalah Perdamaian,” Bapa Suci mengajak umat beriman untuk merenungkan makna kelahiran Juru Selamat sebagai awal dari perdamaian yang nyata di tengah konflik dunia.

Bagi umat Katolik di Indonesia, pesan perdamaian ini terasa sangat relevan mengingat keberagaman bangsa Indonesia, di mana Paus Leo XIV menekankan bahwa perdamaian adalah karunia yang harus dijaga oleh semua orang yang berkehendak baik.

Tradisi Baru dan Hidupnya Kembali Misa Hari Raya Natal

Ada yang istimewa dalam jadwal liturgi tahun ini karena Paus Leo XIV memutuskan untuk menghidupkan kembali tradisi yang sempat terhenti selama tiga dekade, yakni Misa Hari Raya Natal pada pagi hari tanggal 25 Desember pukul 10:00. Terakhir kali tradisi ini dilakukan oleh seorang Paus adalah oleh Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1994.

Penegasan ini menunjukkan keinginan Paus Leo untuk mendekatkan liturgi kepausan dengan tradisi klasik Gereja, selain tetap memberikan berkat apostolik Urbi et Orbi (kepada Kota dan Dunia) dari balkon utama Basilika Santo Petrus pada tengah hari.

Rangkaian perayaan akan dimulai dengan Misa Malam Natal pada tanggal 24 Desember pukul 22:00 waktu Roma, di mana dalam prosesi menuju palungan, Paus akan didampingi oleh sepuluh anak dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari Asia seperti India dan Korea Selatan, sebagai simbol nyata universalitas Gereja.

Penutupan Pintu Suci dan Akhir Tahun Yubileum

Memasuki penghujung tahun pada tanggal 31 Desember, Paus dijadwalkan untuk mengadakan Audiensi Umum pada pagi hari, sebuah peristiwa langka yang terakhir kali terjadi 50 tahun silam di era Paus Santo Paulus VI pada tahun 1975.

Rangkaian hari tersebut akan dilanjutkan pada sore harinya pukul 17:00 dengan ibadat sore atau Vespers dan nyanyian Te Deum di Basilika Santo Petrus sebagai ungkapan syukur atas segala rahmat di tahun yang berlalu.

Sementara itu, mengawali tahun baru pada tanggal 1 Januari 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, Bapa Suci akan memimpin Misa dalam rangka Hari Perdamaian Dunia ke-59 pada pukul 10:00 pagi.

Momen yang paling dinantikan oleh Gereja universal, termasuk peziarah dari Indonesia yang berkunjung ke Roma tahun ini, adalah penutupan Tahun Yubileum 2025.

Tepat pada Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani), Selasa, 6 Januari 2026, Paus Leo XIV akan memimpin Misa sekaligus secara resmi menutup Pintu Suci (Holy Door) di Basilika Santo Petrus.

Upacara ini menandai berakhirnya masa penuh rahmat Yubileum yang telah menarik jutaan peziarah sepanjang tahun 2025.

Rangkaian liturgi perdana ini kemudian akan ditutup pada Pesta Pembaptisan Tuhan, 11 Januari 2026, di mana Bapa Suci akan memimpin Misa di Kapel Sistina dan membaptis sejumlah bayi.

P. Kasmir Nema, SVD
P. Kasmir Nema, SVD
Jurnalis dan Koordinator Umum Media dan Komunikasi Serikat Sabda Allah (SVD), berbasis di Roma.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terbaru

Populer