BOGOR, Veritas Indonesia – Suasana penuh air mata namun sarat rasa syukur menyelimuti Keuskupan Bogor. Takhta Suci Vatikan secara resmi mengumumkan bahwa Bapa Suci Paus Leo XIV telah menerima pengunduran diri Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM—sebuah keputusan yang seketika mengubah pesan pastoral beliau menjadi wasiat perpisahan yang mendalam bagi seluruh umat.
“Aku Telah Mengakhiri Pertandingan”
Kepastian pengunduran diri ini disampaikan dalam momen perpisahan yang berlangsung pada Senin (19/1/2026). Dalam suasana yang sarat emosi, Mgr. Paskalis berdiri di hadapan umat dan rekan pelayanannya, membacakan surat pengunduran diri dengan suara bergetar namun tegar.
Sebagai penutup masa bakti kegembalaannya, sosok yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini mengutip kata-kata Rasul Paulus yang sangat kuat:
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” — 2 Timotius 4:7
Kutipan ini menegaskan bahwa langkah mundur beliau bukanlah tanda menyerah, melainkan sebuah penuntasan misi iman yang telah dijalankan dengan setia.
Pesan Pastoral Terakhir: Refleksi Kasih Setia Tuhan
Di tengah kabar mengejutkan ini, rekaman video pesan pastoral yang dirilis oleh Mgr. Paskalis kini terdengar seperti sebuah wasiat rohani.
Pesan yang awalnya dimaknai sebagai ajakan refleksi biasa, kini menjadi undangan bagi umat Keuskupan Bogor untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui bersama sang gembala.
Dalam pesannya, Mgr. Paskalis menekankan satu kata kunci: Bersyukur.
Pertama, Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Pengakuan Iman. Mgr. Paskalis mengingatkan bahwa setiap perayaan—termasuk momen perpisahan ini—bukanlah sekadar seremonial belaka. Bagi beliau, ini adalah pengakuan iman bahwa Tuhan telah berjalan bersama umat-Nya.
Menengok Jejak Penyertaan Allah. “Kita patut bersyukur kepada Tuhan atas kasih setia-Nya yang menyertai perjalanan kita,” ungkap Mgr. Paskalis. Beliau mengajak umat untuk menengok ke belakang, melihat jejak penyertaan Allah baik dalam tantangan maupun keberhasilan selama masa penggembalaannya.
Warisan Semangat untuk Membaharui Diri
Keputusan untuk meletakkan jabatan bukanlah isyarat bagi umat untuk berhenti melangkah. Sebaliknya, dalam pesan videonya, Mgr. Paskalis menegaskan bahwa titik akhir ini harus dimaknai sebagai titik tolak untuk pembaharuan diri dan pertobatan. Baginya, rasa syukur yang sejati harus melampaui sekadar kata-kata dan berbuah pada tindakan nyata.
Ia secara khusus menyebut momen ini sebagai “kesempatan bagi kita untuk menimba semangat baru.” Harapan terbesar sang gembala adalah agar semangat pembaharuan tersebut terus mendorong seluruh komunitas Keuskupan Bogor untuk berkarya dan melayani sesama.
Beliau berpesan agar umat tetap menjadi saksi sukacita Injil yang hidup di tengah masyarakat, kendati kini harus melanjutkan perjalanan tanpa kehadiran fisiknya sebagai Uskup Diosesan.
Pengunduran diri ini menandai akhir dari sebuah era di Keuskupan Bogor, namun pesan Mgr. Paskalis Bruno Syukur akan tetap hidup: bahwa dalam segala situasi, Tuhan setia, dan kita dipanggil untuk terus memperbaharui diri.








