ASSISI, ITALIA — 23 Februari, Veritas Indonesia- Ribuan peziarah memadati Kota Assisi sejak dini hari untuk berdoa di hadapan relikui Santo Fransiskus dari Assisi yang untuk pertama kalinya dalam sejarah ditampilkan secara terbuka dan terlihat jelas sebagaimana dilaporkan oleh EWTN.
Tulang-belulang santo yang wafat pada tahun 1226 itu ditempatkan dalam kotak kaca dan dipajang di luar makam batunya di ruang bawah tanah Basilika Santo Fransiskus hingga 22 Maret. Diperkirakan hampir 400.000 orang akan datang untuk menghormati relikui pendiri Ordo Fransiskan tersebut selama masa penampakan publik ini.
Pada 22 Februari, ratusan peziarah telah mengantre bahkan sebelum matahari terbit. Dengan sistem reservasi menggunakan kode QR yang tertata rapi, sekitar 750 orang diizinkan memasuki gereja bagian bawah setiap 30 menit. Para peziarah berjalan melewati fresko abad ke-13 dan ke-14 karya Cimabue dan Giotto sebelum tiba di depan kotak kaca yang dilindungi pembatas plexiglass.
Menurut laporan EWTN News, suasana di dalam basilika tetap khusyuk dan penuh doa meskipun dipadati umat. Penggunaan telepon genggam dilarang, sementara para frater Fransiskan dengan lembut mengingatkan para peziarah untuk menjaga keheningan. Banyak umat berlutut, mencium kaca pelindung, dan meninggalkan intensi doa tertulis dalam kotak yang disediakan.
Penampakan luar biasa ini menjadi bagian utama dari peringatan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus. Hingga 21 Februari, sekitar 370.000 orang telah memesan jadwal kunjungan. Sekitar 80 persen peziarah berasal dari Italia, sementara lainnya datang dari lima benua, termasuk sedikitnya 5.000 orang dari Amerika Serikat.

Uskup Assisi yang baru, Felice Accrocca, mengatakan bahwa meskipun secara fisik Santo Fransiskus bertubuh kecil dan sederhana, “Allah memberikan kuasa besar pada kata-katanya.” Ia menambahkan, “Fransiskus terus berbicara. Saya berharap bulan ini membantu kita merenungkan hal itu.”
Sementara itu, Uskup Emeritus Assisi, Domenico Sorrentino, menjelaskan bahwa penghormatan terhadap relikui para santo merupakan cara untuk berjumpa dengan iman mereka akan Kristus yang bangkit serta memperdalam harapan akan kehidupan kekal.
Bagi banyak peziarah, kesempatan berdiri begitu dekat dengan relikui Santo Fransiskus menjadi pengalaman rohani yang mendalam, mengharukan, dan tak terlupakan.







